Polisi Gadungan yang Begal Ponsel Anak di Pamulang, Tinggalkan Motor Saat Kabur

Pelaku begal berhasil membawa kabur ponsel milik RPH, tapi justru kabur dan meninggalkan sepeda motor Varionya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Erik Sinaga
Istimewa
Sepeda motor pelaku begal di Pamulang, Tangsel, Sabtu (4/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir 

TRIBUNJAKARTA.COM, PAMULANG - Aksi pembegalan yang menimpa seorang anak 13 tahun berinsial RPH, di Jalan Pajajaran, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), berbeda dari biasanya.

Pelaku begal berhasil membawa kabur ponsel milik RPH, tapi justru kabur dan meninggalkan sepeda motor Varionya.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, peristiwa pembegalan tersebut terjadi pada Sabtu (4/9/2021) siang, saat arus lalu lintas sedang ramai dan banyak warga lalu lalang.

Saat RPH sedang melaju menggunakan sepeda motor, tiba-tiba ia disetop oleh kawanan begal dua pria yang menaiki dua sepeda motor.

Baca juga: Polisi Ringkus Spesialis Begal Bawa Pisau Dapur Tak Segan Lukai Korban di Tangerang Selatan

Pelaku mengaku sebagai anggota polisi, dan RPH ditipu seolah-olah tersangka kriminal yang sedang dicari-cari.

RPH dituduh telah menganiaya saudara si polisi gadungan itu.

Ilustrasi begal
Ilustrasi begal (Istimewa via Tribun Medan)

"Korban sedang jalan di dekat pom bensin Vivo Pamulang diberhentikan oleh pelaku yang mengaku anggota polisi. Pelaku menuduh korban yang telah memukuli sodaranya," ujar Kanit Reskrim Polsek Pamulang, Iptu Iskandar, saat menjelaskan kronologi kejadian melalui apliaksi pesan singkat, Minggu (5/9/2021).

Kedua pelaku yang belum diketahui identitasnya itu juga menggeledah tas milik RPH. Dengan modus menggeledah itu, si pelaku mengambil ponsel milik RPH.

Baca juga: Lagi, Kasus Begal Alat Vital Terjadi di Depok : Pelaku Sempat Dikejar Aparat

"HP tersebut dibawa pergi dan pelaku kabur," terang Iskandar. 

Saat ini, aparat Reskrim Polsek Pamulang tengah mengejar pelaku.

"Kita sedang selidiki dan kejar pelakunya," tegas Iskandar.

Aay Samudera, ayah dari RPH, menambahkan, saat pelaku begal pertama mendapatkan ponsel yang diincar, ia langsung kabur.

Sedangkan, seorang pelaku lainnya yang mengendarai motor matic Vario dicegah oleh RPH sendiri.

Baca juga: Gagal Beraksi, Pelaku Begal Lompat dari Flyover Kebayoran Lama dan Mendarat di Pos Polisi

Kunci Vario si pelaku dibuang sehingga sulit melarikan diri. Namun, pelaku kedua itu akhirnya kabur dengan menumpang motor temanya, yang diduga sudah bersiap dan memang bertugas memantau eksekusi begal tersebut. 

"Kuncinya dibuang ke tukang becak, motornya dipojokin sama orangnya. Dia kabur, ternyata ada orang lain yang nungguin. Dia langsung naik motor sama temannya. Motor ditinggalin sama dia, motor Vario," papar Aay kepada wartawan.

RPH termasuk berani mencegah si pembegal pergi dengan membuang kuncinya. Pasalnya, si pelaku sudah terlihat mengeluarkan pisau.

"Saya lihat dia sudah siap-siap pisau," pungkasnya. 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved