Breaking News:

20 Persen Orang Tua Belum Setuju Anaknya Ikut PTM Terbatas di Kota Depok

Kurang dari 20 persen orangtua pelajar di Kota Depok belum setuju anaknya kembali mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohamad Thamrin, saat dijumpai wartawan di SMPN 8 Kota Depok, Selasa (7/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, CIMANGGIS – Kurang dari 20 persen orangtua pelajar di Kota Depok belum setuju anaknya kembali mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohamad Thamrin, saat meninjau pelaksanaan vaksinasi pelajar di SMPN 8 Kota Depok, Kelurahan Tugu, Cimanggis.

Untuk informasi, PTM secara terbatas ini bakal berlangsung bulan Oktober 2021 mendatang.

“Rata-rata sudah di atas 80 persen sudah setuju. Yang belum setuju mungkin karena kekhawatiran atau kondisi anaknya juga mungkin sulit dikendalikan, kan ada was-was orang tua seperti itu,” ujar Thamrin di SMPN 8 Kota Depok, Selasa (7/9/2021).

Lebih lanjut, Thamrin menuturkan pihaknya juga bakal kembali memastikan orang tua yang telah setuju anaknya mengikuti PTM secara terbatas.

Baca juga: Pemkot Depok Targetkan 22 Ribu Pelajar Divaksin Dalam Lima Hari

Hal ini dimaksudkan, agar para orang tua yang telah setuju anaknya mengikuti PTM secara terbatas, juga turut mengambil peran untuk melindungi anaknya dari bahaya Covid-19.

“Setujunya harus siap antar-jemput untuk anak SD, kemudian membekali masker cadangan. Jangan hanya setuju saja tapi mereka harus benar-benar siap membekali (makan dan minum), lalu juga (membawakan) masker cadangan,” jelasnya.

Thamrin mengatakan, para orangtua juga harus memastikan anaknya langsung pulang ke rumah setelah PTM secara terbatas yang rencananya hanya berlangsung selama dua jam.

“Kemudian juga setelah pulang sekolah, harus mengecek anaknya, karena kan sekolahnya hanya dua jam dan takutnya lebih dari dua jam orang tuanya enggak ngecek ke sekolah, ternyata anaknya main kemana sama temannya,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved