Jelang Musim Hujan, Warga di Daerah Rawan Banjir Diimbau Tetap Siaga

Pemprov DKI Jakarta imbau masyarakat siap siaga, terutama di wilayah rawan banjir.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Ilustrasi Pemprov DKI Jakarta imbau masyarakat siap siaga, terutama di wilayah rawan banjir. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Jelang musim hujan, Pemprov DKI Jakarta imbau masyarakat siap siaga, terutama di wilayah rawan banjir.

Memasuki musim penghujan yang diprediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan masuk lebih awal, yakni September hingga November 2021, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengimbau masyarakat selalu siap siaga.

"Yang tidak kalah penting sebetulnya masyarakat yang harus siaga. Terutama di daerah-daerah yang setiap tahunnya tergenang oleh air akibat banjir rob, banjir lokal, dan sebagainya," katanya kepada awak media, Rabu (7/9/2021).

Tak hanya warga Jakarta yang bersiap, pihaknya pun turut stand by jelang musim penghujan.

Baca juga: Jelang Musim Hujan, Pompa Air di Kecamatan Kelapa Gading Dipastikan Berfungsi Normal

Ia telah mengimbau seluruh jajarannya untuk bersiap terutama saat banjir melanda sejumlah wilayah.

"Persiapan jelang cuaca ekstrem, menjelang intensitas hujan yang semakin tinggi, prinsipnya kami minta semua jajaran siap siaga," jelasnya.

Dilansir dari Tribunnews.com, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan update terkait dengan prakiraan cuaca untuk tahun 2021-2022 di seluruh wilayah Indonesia.

Baca juga: Jelang Musim Hujan, Wagub DKI Minta Warga Siap Siaga Atasi Banjir hingga Awal Tahun 2022

Dalam penyampaiannya, Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG, Dodo Gunawan mengatakan saat ini El Niño-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) sama-sama dalam keadaan netral.

Namun, kata dia, berdasarkan pemantauan parameter anomali iklim global oleh BMKG dan institusi-institusi internasional lainnya, terdapat indikasi atau peluang bahwa ENSO Netral akan berkembang menjadi La Nina pada akhir tahun 2021.

Kata dia, Indian Ocean Dipole Mode (IOD) netral diprediksi bertahan setidaknya hingga Januari 2022.

Sementara itu, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, untuk awal musim hujan di Indonesia akan masuk lebih awal yakni pada September hingga November 2021.

Baca juga: Antisipasi Musim Hujan Datang Lebih Cepat, Pemprov DKI Masih Andalkan Cara Lama

Sedangkan untuk puncaknya, kata dia, akan terjadi pada Januari - Februari 2022, dan itu terjadi di sebagian besar wilayah di Indonesia.

"Puncak musim hujan 2021/2022 di sebagian besar daerah diperkirakan pada bulan Januari dan Februari 2022, yaitu di sebanyak 244 Zona Musim (ZOM) atau 71,3 persen," kata Dwikorita.

Kendati begitu kata dia, untuk periode musim hujan secara keseluruhan atau umum di Indonesia akan terjadi pada periode Oktober 2021 hingga Maret 2022.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved