Lapas Tangerang Terbakar
Keluarga Korban Kebakaran Lapas Tangerang: Ini Musibah, Tak Ada yang Menginginkannya
Keluarga korban kebakaran Lapas Tangerang akhirnya buka suara dan memberikan keterangan dihadapan Menkumham Yasonna Laoly.
Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Wahyu Septiana
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Laoly, memberikan santunan kepada tiga narapidana korban kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang yang meninggal dunia hari ini, Kamis (9/9/2021).
Ketiga korban adalah Hadiyanto, Adam Malik dan Timothy, narapidana kasus penulisan narkotika.
Sehari sebelumnya memang Yasonna menjanjikan akan memberikan santunan senilai Rp 30 juta kepada korban jiwa kebakaran lapas.
"Saya memberikan santunan kepada tiga keluarga di sini. Ada anak Pak Timothy, ada istri dan paman yang meninggal, saya beri santunan. Semua biaya pemulasaraan, biaya pemakaman, kami urus," ujar Yasonna di RSUD Kabupaten Tangerang, Jalan Ahmad Yani, Kota Tangerang, Kamis (9/9/2021).
Usai menerima santunan, paman dari Adam Malik memilih tak bersuara saat dimintai keterangan oleh wartawan.
Begitupun istri dari Hadiyanto yang langsung berjalan ke Instalasi Pemulasaraan Jenazah, untuk persiapan pemulangan jenazah.
Sementara, Andrew, anak dari Timothy memberikan keterangan singkat.
Baca juga: Rutan Kelas 1A Salemba Gelar Tabur Bunga dan Doa Bersama untuk Korban Lapas Kelas 1 Tangerang
Tidak mengindahkan pertanyaan awak media, Andrew memberikan pernyataannya sendiri.
Andrew menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban meninggal dunia insiden kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang, bukan hanya ayahnya.
"Saya Andrew dari keluarga Bapak Timothy, pertama-tama saya mengucapakan turut berduka cita atas seluruh korban. Baiknya kita doa sama-sama semoga yang terbaik," kata Andrew.
Andrew juga menyebut kebakaran lapas hanya sebuah kecelakaan, dan ia memintq pihak pemerintah tidak disalahkan.
"Pada kesempatan kali ini, saya mengucapkan lebih baik kita tidak menyalahkan siapa-siapa, termasuk menteri atau pemerintah."
"Saya menilai ini kecelakaan, musibah, tidak ada yang menginginkannya," kata dia.
Kesaksian korban selamat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/yasonna-di-tgr.jpg)