Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Ribuan Orang Positif Covid-19 Ditolak Masuk Mal, APPBI: Bukti Pusat Perbelanjaan Ketat

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) merespon kabar ribuan orang terdeteksi Covid-19 saat hendak masuk pusat perbelanjaan.

TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Pengunjung melakukan scan barcode aplikasi PeduliLindungi sebelum memasuki Margo City Mall, Rabu (18/8/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) merespon kabar ribuan orang terdeteksi Covid-19 saat hendak masuk pusat perbelanjaan.

Masyarakat positif Covid-19 tersebut terdeteksi melalui notifikasi warna hitam pada aplikasi PeduliLindungi sebelum masuk area pusat belanja.

Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja menjelaskan, sesuai ketentuan orang dengan notifikasi warna hitam dilarang untuk masuk pusat perbelanjaan.

"Notifikasi warna hitam adalah kategori yang dilarang untuk masuk ke Pusat Perbelanjaan," ucap Alphonzus pada Minggu (12/9/2021).

Menurut dia, ditolaknya ribuan orang dengan notifikasi warna hitam tersebut, semakin menegaskan pusat perbelanjaan selalu memberlakukan dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, disiplin dan konsisten.

Baca juga: Penumpang dengan Usia 12 Tahun Sudah Diizinkan Naik KRL, Tapi Harus Tunjukan Kartu Vaksin Ya

Aphonzus meminta pengelola tempat usaha konsisten menerapkan protokol kesehatan secara ketat sesuai ketentuan.

Sehingga pengelola tempat usaha aman untuk dikunjungi saat ini.

Pengunjung melakukan scan barcode aplikasi PeduliLindungi sebelum memasuki Margo City Mall, Rabu (18/8/2021).
Pengunjung melakukan scan barcode aplikasi PeduliLindungi sebelum memasuki Margo City Mall, Rabu (18/8/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA)

Dia berujar, pengelola pusat perbelanjaan telah memberlakukan protokol kesehatan berlapis.

Di antaranya pemberlakuan wajib vaksinasi melalui skrining di aplikasi PeduliLindungi.

Selain itu keharusan menggunakan masker, jaga jarak, mencuci tangan dan lain sebagainya.

Kendati begitu, orang terpapar Covid-19 yang berkeliaran harus mendapat perhatian khusus pemerintah.

Menurutnya, pemerintah harus memastikan mereka tidak bebas berkeliaran di tempat-tempat umum sehingga tidak membahayakan masyarakat umum lainnya.

Meski ditolak untuk masuk mal, orang tersebut masih bisa berkeliaran dan berisiko menularkan di tempat-tempat umum lainnya.

Apalagi tempat-tempat umum lainnya belum tentu memiliki sarana prasarana untuk mendeteksi, menolak dan mencegah ribuan orang positif Covid 19.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved