Persija Jakarta
Tampil Pede, Bek Naturalisasi Persija Jakarta Sudah Tahu Kelemahan PSIS Semarang
Bek naturalisasi Persija Jakarta Otavio Dutra percaya diri menghadapi PSIS Semarang pada pekan kedua Liga 1 2021.
TRIBUNJAKARTA.COM - Bek naturalisasi Persija Jakarta Otavio Dutra percaya diri menghadapi PSIS Semarang pada pekan kedua Liga 1 2021.
Laga Persija Jakarta Vs PSIS Semarang bakal digelar di Stadion Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, Minggu (12/9/2021).
Otavio Dutra mengaku telah mengantongi kekuatan dan kelemahan PSIS Semarang.
Bek kelahiran Brazil yakin Macan Kemayoran meraup tiga poin bila dirinya dan rekan-rekannya bermain maksimal.
“Kami sudah tahu PSIS. Mereka masih pemain yang sama. Ada dua pemain Brasil juga di sana, Wallace Costa bek dan Bruno Silva striker. Kemarin saya menonton waktu mereka bermain, mereka punya tim bagus dan transisi sangat cepat,” kata Otavio Dutra.
Baca juga: Persija Buat Kejutan di Bursa Transfer Liga 1, Eks PS TNI Jadi Duet Baru Rohit Chand di Lini Tengah
Optimisme mantan bek Bhayangkara FC ini bertambah setelah melihat perbandingan komposisi pemain serta hadirnya Angelo Alessio di Persija yang melatih dengan beberapa variasi taktik.
Sementara itu, melawan PSIS Semarang, Persija tak akan diperkuat empat pemainnya yakni Braif Fatari, Novri Setiawan, Muhammad Ferrari, dan Ismed Sofyan.
Keempatnya menepi dari lapangan karena cedera.
Braif dapat kembali berlatih normal pada pekan depan.

Sementara Novri, mengalami strain pada betis kirinya, dan kemungkinan absen dalam dua bulan kedepan.
Sedangkan Ferrari mengalami stress fracture pada tulang tibial kiri. Saat ini sudah masuk tahap pemulihan dan secepatnya akan kembali membaik 100 persen.
Adapun Ismed, baru dua bulan lalu menjalani operasi meniscus kaki kiri.
Ismed diprediksi pulih paling cepat dalam empat bulan lagi.
Baca juga: UPDATE Klasemen Liga 1: Persib & Bali United Rebutan Posisi Puncak, Persija Terdampar di Posisi 13
Kerja Keras Angelo Alessio
Pelatih Persija Jakarta, Angelo Alessio, telah bekerja keras untuk menggembleng anak didiknya usai meraih satu poin di pekan pertama.