Breaking News:

Lapas Tangerang Terbakar

Tiga Jenazah Napi Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Tato jadi Petunjuk

Dijelaskan Pramujoko, identifikasi jenazah Pujiyono juga diperkuat dengan kecocokan DNA korban dengan DNA ayah korban, Mundori.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Acos aka Abdul Qodir
TribunJakarta.com/Bima Putra
Proses penyerahan jenazah narapidana korban tewas kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang yang sudah teridentifikasi ke pihak keluarga di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (11/9/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Tiga jenazah narapidana korban kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang, Banten, berhasil teridentifikasi pada Minggu (12/9/2021). Satu di antaranya dikenali lewat tato khas di tubuh korban.

Tiga jenazah yang teridentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri yakni Hadi Wijoyo bin Sri Tunjung Pamungkas (39), Rocky Purmanna bin Syafrizal Sani (28), Pujiyono bin Mundori (28).

"Identifikasi yang telah kami lakukan berdasarkan pemeriksaan DNA dan pemeriksaan medis pada jenazah nomor 016 yang teridentifikasi sebagai Pujiyono alias Destro bin Mundori, dari hasil medisnya kita lihat bahwa ada tanda yang sangat khas sekali. Ini sangat khas sekali, jadi tato dia ini dilukis sehingga kalau lekuk-lekuknya sama," ujar Konsultan Operasi DVI Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang, Kombes Pramujoko di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (12/9/2021).

Dijelaskan Pramujoko, identifikasi jenazah Pujiyono juga diperkuat dengan kecocokan DNA korban dengan DNA ayah korban, Mundori.

Hasilnya, kata Pramujoko, separuh DNA pada jenazah sama persis dengan DNA Mundori.

Baca juga: Polisi Sita 13 Handphone Hingga CCTV Sebagai Barang Bukti Kebakaran Lapas Tangerang

Adapun jenazah Rocky Purmanna bin Syafrizal Sani juga teridentifikasi melalui pencocokkan DNA korban dengan DNA orang tuanya.

"Ini pemeriksaan sampelnya dibandingkan dengan bapak dan ibunya. Jadi, lebih bagus lagi. Pemeriksaannya separuh DNA jenazah itu sama dengan bapak dan separuh sama dengan ibunya," jelasnya.

Terakhir, jenazah Hadi Wijoyo bin Sri Tunjung Pamungkas teridentifikasi melalui sidik jari dan rekam medis.

Baca juga: Keluarga Korban Beberkan Dugaan Pungli di Lapas Tangerang: Sewa Kamar, Ambil Makanan Harus Bayar

"Alhamdulillah kami mendapatkan data pembanding dari lapas yang mengirimkan data sidik jari foto para keluarga binaan yang ditahan di lapas tersebut," ujar Kepala Indonesia Automatic Finger print System (INAFIS) Brigjen Pol Hudi Suryanto. 

"Maka berdasarkan pengujian dan perbandingan secara manual terhadap sidik jari jempol tangan yang kami bisa sampaikan ini adalah sidik jari jempol kanan sebagaimana label jenazah 035/PMJ/ResPol/006 kita bisa lihat ada 12 titik kesamaan," sambungnya.

Baca juga: Telepon Tak Diangkat, Tangis Ika Lihat Kakak dan Keluarganya Meninggal Tertumpuk Pakaian

Lokasi blok C2 Lapas Kelas 1 Tangerang yang hangus terbakar dilalap si jago merah menewaskan 41 warga binaan pemasyarakatan, Rabu (8/9/2021).
 
 
Lokasi blok C2 Lapas Kelas 1 Tangerang yang hangus terbakar dilalap si jago merah menewaskan 41 warga binaan pemasyarakatan, Rabu (8/9/2021).     (ISTIMEWA)

Dengan tambahan tiga jenazah ini, maka total ada sepuluh jenazah korban kebakaran Lapas Tangerang yang teridentifikasi.

Terkini, kebakran Lapas Kelas 1 Tangerang pada Rabu (8/9/2021) dini hari lalu mengakibatkan 45 narapidana tewas dan sejumlah napi lainnya mengalami luka bakar.

Untuk sementara, kebakabaran yang mengakibatkan banyak korban jiwa di dalam penjara itu disebabkan korsleting listrik.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved