Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Geliat Pasar Tanah Abang di Tengah Kelonggaran PPKM, 80 Persen Toko Buka, Tapi Pengunjung Sedikit

Menurut pengelola, saat ini sudah ada lebih dari 80% pedagang mulai kembali berjualan di tengah kelonggaran PPKM yang diberlakukan pemerintah.

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADE LIANA
Aktivitas di Pasar Blok B, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (13/9/2021).   

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Masih di tengah PPKM Level 3, sejumlah masyarakat terlihat mengunjungi Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat hari ini, Senin (13/9/2021).

Menurut pantauan di Blok B Pasar Tanah Abang, terlihat deretan kios pedagang sudah mulai kembali beraktivitas melayani para pembeli yang datang.

Menurut pengelola, saat ini sudah ada lebih dari 80% pedagang mulai kembali berjualan di tengah kelonggaran PPKM yang diberlakukan pemerintah.

"Kalau jumlah pedagang, saat ini mereka sudah lebih dari 80% yang buka. Pengunjungnya yang masih belum maksimal," kata Pengelola Pasar Tanah Abang, Heri Supriyatna, Senin (13/9/2021).

Diketahui, sebelumnya geliat pusat tekstil yang disebut-sebut terbesar se Asia Tenggara ini sempat melesu karena pandemi Covid-19.

Pada masa PPKM Level 3 ini sejumlah kelonggaran aktivitas telah diberlakukan oleh pemerintah.

Salah satunya adalah dengan menunjukan tanda bukti vaksinasi sebagai syarat untuk memasuki pusat belanja.

Baca juga: Melihat Aktivitas Pasar Tanah Abang di Akhir Pekan Saat PPKM Level 3 Diterapkan

Meski begitu, hal ini rupanya belum terlalu berdampak pada aktivitas ekonomi di Pasar Tanah Abang.

Meski banyak jumlah pedagang yang sudah mulai membuka kiosnya, namun menurut Heri hal ini tidak diimbangi dengan banyaknya jumlah pengunjung yang datang.

"Masih jauh (dari normal), rata-rata, saat ini pengunjung perhari hanya 6 hingga 7 ribuan orang," kata dia.

Aktivitas di Pasar Blok B, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (13/9/2021).
 
Aktivitas di Pasar Blok B, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (13/9/2021).   (TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADE LIANA)

"Jadi pengunjungnya yang masih belum maksimal. Konsumen dari daerah, itu belum ada. Padahal pembeli grosir hampir seluruhnya dari daerah," imbuhnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved