KKB Bakar Puskesmas, Bank hingga Rumah Warga, Prada Ansar Tertembak Peluru Tembus Tulang
Christian menyebut, dari pengamatan, para anggota KKB bersenjata itu sempat terlihat tengah memantau dan memonitor Pos Tinjau Pamtas Yonif 403/WP.
Penulis: Abdul Qodir | Editor: Yogi Jakarta
Keberadaan PT Wijaya Karya di Pegubin untuk melakukan pengerjaan jalan Trans Papua.
Akibat aksi pembakaran tersebut, sebanyak 70 pekerja dari PT Wujaya Karya dievakuasi.
Posramil Diserang Dini Hari, Empat Anggota TNI Gugur

Teror yang dilakukan oleh KKB juga terjadi di Provinsi Papua Barat beberapa waktu lalu.
Sebanyak 50 orang diduga dari kelompok separatis teroris menyerang Pos Rayon Militer (Posramil) Kisor di Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybrat, Papua Barat, pada Kamis (2/9/2021) dini hari.
Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa mengatakan penyerangan terjadi sekira pukul 03.00 WIT.
"Diduga ini lakukan oleh kelompok separatis teroris, menggunakan senjata tajam," ujar Cantiasa, saat jumpa pers di Kodam XVIII/Kasuari, Kamis (2/8/2021).
Baca juga: Serahkan Diri, Terkuak Peran 3 KKB Anak Buah Lekagak Telenggen: Pantau Aparat Hingga Cari Duit
Serangan kelompok tersebut mengakibatkan empat orang prajurit gugur, dua orang luka bacok, dan lima orang dalam kondisi aman.
Empat anggota TNI yang gugur yakni Serda Amrosius, Praka Dirham, Pratu Zul Ansari, dan Lettu Chb Dirman. Dua anggota TNI lainnya mengalami luka berat, yaitu Sertu Juliano dan Pratu Ikbal.
Untuk anggota Posramil yang meninggal dunia sedang dievakuasi menuju ke Kodim 1809/Maybrat.

Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa langsung memerintahkan anggotanya untuk melakukan pengejaran terhadap para pelaku penyerangan.
"Saya selaku Panglima Kodam XVIII/Kasuari, langsung perintahkan Komandan Komando Resort Militer (Korem) 181 Praja Vira Tama, untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku," ungkapnya.
Baca juga: Ketika Putra Kepala Suku Asal Papua Mengajar Anak Suku Dayak di Perbatasan: NKRI Harga Mati
Dengan adanya kejadian tersebut, Plh Kasdim 1809/Maybrat beserta 25 orang anggota Kodim dan Koramil Ayamaru bersenjata lengkap melakukan persiapan.
Mereka segera merapat ke Posramil Kisor untuk menambah personel dan pengamanan.
Cantiasa menyampaikan pihaknya telah berkoordinasi dengan Bupati Maybrat dan Kapolda Papua Barat untuk melakukan penegakan hukum.
"Kalau dia (kelompok separatis) berani bermain, maka kita harus hancurkan," tegas Pangdam XVIII/Kasuari itu.