Breaking News:

Lapas Tangerang Terbakar

Kebakaran Lapas Tangerang, Disengaja atau Kelalaian?

Polda Metro Jaya memastikan adanya unsur tindak pidana dalam kebakaran Blok C2, Lapas Kelas 1 Tangerang,

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Suasana terkini Lapas Kelas 1 Tangerang yang terjadi kebakaran maut menewaskan 44 warga binaan pemasyarakatan (WBP) atau narapidana, Kamis (9/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Jajaran Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Metro Jaya memastikan adanya unsur tindak pidana dalam kebakaran Blok C2, Lapas Kelas 1 Tangerang, Banten pada Rabu (8/9/2021).

Unsur tindak pidana ini dipastikan setelah penyidik Ditkrimum Polda Metro Jaya menaikkan status penanganan dari tingkat penyelidikan ke penyidikan dan melakukan gelar perkara pada Jumat (10/9/2021).

Karopenmas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan dari penyidikan sementara ditemukan tindak pidana mengarah ke dugaan adanya kesengajaan dan kelalaian pemicu kebakaran.

"Apabila dipersangkakan pada Pasal 187 dan 188 KUHP maka sampai saat ini penyidik masih dalam proses pendalaman. Yaitu adanya kesengajaan dan juga kealpaan," kata Rusdi di RS Polri Kramat Jati, Selasa (14/9/2021).

Bila mengacu KUHP, isi Pasal 187 ayat 1: barang siapa dengan sengaja menimbulkan kebakaran, ledakan atau banjir diancam dengan pidana penjara paling lama 12 tahun penjara.

Isi Pasal 187 ayat 2 KUHP mengatur ancaman hukuman lebih berat, yakni : dipidana penjara paling lama 15 tahun jika karena perbuatan tersebut menimbulkan bahaya bagi nyawa orang lain.

Baca juga: Tingkah Jahil Korban Lapas Tangerang Membekas di Hati Ibunda, Cerita Evi di Depan Pusara Anak

Pasal 187 ayat 3 dipidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun jika karena perbuatan tersebut menimbulkan bahaya bagi nyawa dan mengakibatkan orang mati.

"Sehingga mengakibatkan kebakaran dan tentunya kebakaran itu berdampak pada nyawa orang ini (unsur kesengajaan) masih didalami penyidik," ujar Rusdi.

Selain Pasal 187 dan 188 KUHP, penyidik mempersangkakan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian menyebabkan orang meninggal dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun penjara.

Namun, pada sangkaan Pasal 359 KUHP ini Rusdi menuturkan penyidik Ditkrimum Polda Metro Jaya sudah mengantongi sejumlah nama calon tersangka atas kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang.

"Potensial suspek (tersangka) ada beberapa, kita tidak menduga-duga, nanti. Kemungkinan lebih dari satu. Kita tunggu saja kerja dari penyidik, beberapa hari ke depan pasti ada perkembangan," tuturnya.

Baca juga: Petra Eka Tewas di Kebakaran Lapas Tangerang, Keluarga Temukan Kejanggalan: Coba Tunjukin Keadilan!

Hingga Selasa (14/9/2021) penyidik belum menetapkan tersangka dalam kasus kebakaran yang mengakibatkan 48 narapidana Lapas Kelas 1 Tangerang tewas dan puluhan lain luka.

Rusdi mengatakan selain sejumlah bukti di antaranya rekaman CCTV gembok sel narapidana, penyidik sudah memeriksa sebanyak 25 saksi guna memastikan tersangka dan pasal disangkakan.

"Tujuh pejabat Lapas Kelas 1 Tangerang yang dilakukan pemeriksaan antara lain Kalapas, Kepala Tata Usaha atau Kabag Tata Usaha. Kabid Administrasi Keamanan dan Ketertiban, Kasubagumum, Kabid Keamanan, Kasie Perawatan, dan Kepala KPLP," lanjut Rusdi.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved