Food Story

Menjelajah Kedai Kopi Legendaris di Cikini yang Dirintis Sejak Masa Kolonial Belanda

Bagi penikmat kopi di Jakarta, pasti sudah tak asing dengan kedai kopi bernama Bakoel Koffie yang ada di Cikini.

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Pebby Ade Liana
Bakoel Koffie yang ada di Cikini, Jakarta Pusat 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Kawasan Cikini, menjadi salah satu lokasi yang punya banyak kisah menarik di Jakarta.

Sejak zaman dulu, Cikini dikenal sebagai kawasan elite di Batavia.

Bila menjelajahi Cikini, Anda pasti akan menyaksikan sejumlah bangunan masih mempertahankan konsep dan suasana ala tempo dulu.

Bagi penikmat kopi di Jakarta, pasti sudah tak asing dengan kedai kopi bernama Bakoel Koffie yang ada di Cikini.

Kedai kopi ini, merupakan salah satu kedai kopi legendaris di Jakarta yang lokasinya tak jauh dari Taman Ismail Marzuki (TIM).

Mengapa legendaris? sebab sudah dirintis sejak masa kolonial Belanda.

Baca juga: Ngopi di Kedai Kopi Es Tak Kie, Canda Anies: di Warkop Ini Tidak Ada yang Mengira Saya Mirip Anies

"Bakoel Koffie, estd 1878," begitu tulisannya di kaca bagian depan kedai kopi tersebut, lengkap dengan logo seorang perempuan yang mengenakan kain, sambil membawa bakul.

Diketahui, sejarah Bakoel Koffie memang dimulai pada abad ke-19.

Ketika seorang imigran dari Cina Selatan (Guangdong), yang bernama Liauw Tek Soen dan istrinya yang merupakan penduduk Indonesia asli mendirikan sebuah warung di daerah Molenvliet Oost.

Daerah tersebut, sekarang dikenal dengan nama Jalan Hayam Wuruk Jakarta Barat.

Bakoel Koffie yang ada di Cikini, Jakarta Pusat
Bakoel Koffie yang ada di Cikini, Jakarta Pusat (TribunJakarta.com/Pebby Ade Liana)

Dahulu, warung tersebut awalnya bukanlah warung kopi. Melainkan, sebuah warung nasi yang kemudian ditambahkan menu kopi di dalamnya.

Pada masanya, kopi hanya dijual ke saudagar Belanda untuk dinikmati kalangan atas orang-orang Belanda.

Namun, seorang pedagang yang membawa bakul kala itu justru menawarkan biji kopinya kepada Tek Soen.

Sejak itu, Liauw Tek Soen membeli biji kopi dari seorang wanita yang membawanya dengan bakul tersebut hingga kemudian kopi menjadi minuman favorit di warungnya.

Baca juga: Menyeruput Kopi Sambil Menikmati Suasana Tempo Dulu di Kedai Kopi Es Tak Kie Glodok

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved