Breaking News:

Lapas Tangerang Terbakar

LPSK Minta Kasus Kebakaran Lapas Tangerang Diusut Tuntas

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu mengatakan pihaknya mendukung upaya jajaran Ditkrimum Polda Metro Jaya dalam mengungkap kasus kebakaran itu

Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi saat ditemui di Balai Kota Jakarta usai bertemu Gubernur Anies Baswedan, Kamis (29/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) meminta dugaan tindak pidana dalam kasus kebakaran Blok C2, Lapas Kelas 1 Tangerang, Provinsi Banten pada Rabu (8/9/2021) diusut.

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu mengatakan pihaknya mendukung upaya jajaran Ditkrimum Polda Metro Jaya dalam mengungkap kasus mengakibatkan 49 narapidana tewas dan puluhan lain luka.

"Tentu yang menjadi pertanyaan masyarakat secara umum mengapa peristiwa ini bisa terjadi, puluhan korban. Itu kan jumlah yang luar biasa, dan itu bukan soal angka, soal jiwa manusia," kata Edwin saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Kamis (16/9/2021).

Terlebih bila mengacu pada penyidikan sementara Ditkrimum Polda Metro Jaya kebakaran yang terjadi sekira pukul 01.50 WIB itu diduga akibat unsur tindak pidana kesengajaan dan kelalaian.

Ini berdasar pemeriksaan saksi yang terdiri dari pegawai dan narapidana korban selamat kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang, pegawai PLN dan Damkar yang bertugas melakukan penanganan.

"Mungkin saja ada kelalaian yang mengakibatkan peristiwa terjadi. Bukan soal penyerobotan listriknya (dugaan korsleting), tapi bagaimana kebakaran itu bisa mengakibatkan puluhan orang itu meninggal," ujarnya.

Edwin menuturkan pihaknya juga mendukung pemenuhan seluruh hak korban, baik anggota keluarga narapidana korban tewas dan korban luka berupa restitusi atau uang ganti rugi.

Baca juga: LPSK: Korban Lapas Tangerang Bisa Tuntut Ganti Rugi ke Pelaku Pemicu Kebakaran

LPSK menyatakan siap memberi perlindungan bagi anggota keluarga korban kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang yang ingin menuntut haknya kepada pelaku pemicu kebakaran.

Beda dengan uang santunan diberikan terkait kejadian, restitusi merupakan ganti rugi menyangkut tindak pidana dilakukan seseorang yang dibuktikan secara hukum melalui proses Pengadilan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved