Breaking News:

Sisi Lain Metropolitan

Aksi Mulia Masturi Ros, Dedikasikan Hidupnya Biayai Sekolah Anak yang Kurang Mampu

Tak mengharap balasan, anak asuh Masturi Ros Yusuf (80) banyak yang sukses hingga bisa berangkatkan orangtua mereka ke Tanah Suci.

TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Masturi Ros Yusuf (80), dedikasikan separuh hidupnya untuk membantu ratusan anak dari keluarga kurang mampu agar menuntaskan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi di Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (17/9/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM,  JATINEGARA - Tak mengharap balasan, anak asuh Masturi Ros Yusuf (80) banyak yang sukses hingga bisa berangkatkan orangtua mereka ke Tanah Suci.

Ros, sapaannya telah mendedikasikan separuh hidupnya untuk membantu ratusan anak dari keluarga kurang mampu agar menuntaskan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.

Menjadi bagian dari 21 sosok Ibu Ibukota Awards 2021, ia memberikan kontribusi untuk Jakarta menjadi lebih baik.

Melihat banyak anak di lingkungan Kelurahan Kebon Manggis, Matraman, Jakarta Timur banyak tak sekolah, ia pun tergerak untuk menyekolahkan mereka.

Tepat di tahun 1976 ia resmi mendirikan Non Panti Asuhan 'Shilaturrahmi'.

Masturi Ros Yusuf (80), dedikasikan separuh hidupnya untuk membantu ratusan anak dari keluarga kurang mampu agar menuntaskan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi di Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (17/9/2021)
Masturi Ros Yusuf (80), dedikasikan separuh hidupnya untuk membantu ratusan anak dari keluarga kurang mampu agar menuntaskan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi di Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (17/9/2021) (TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA)

Seperti namanya, ia hanya membiayai para 'anak asuh'nya dan menyekolahkannya hingga tuntas.

Sementara untuk tempat tinggal dan aktifitas lainnya tetap diambil alih oleh orang tua mereka.

Baca juga: Wanita 80 Tahun Ini Dedikasikan Separuh Hidup Bantu Anak Tak Mampu Tuntaskan Sekolah Sampai Kuliah

Pada tahun itu, sebanyak 15 anak yang disebutnya sebagai anak asuh dibiayai sekolah hingga perguruan tinggi.

"Dari semuanya memang anak-anak dari keluarga kurang mampu. Sebab di saat itu, sekolah masih bayaran dan tidak seperti saat ini," ceritanya kembali kepada TribunJakarta.com, Sabtu (18/9/2021).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved