Baru Kali Ini Pedagang Justru Kabur Saat Dipanggil Kang Dedi: Tak Nengok Meski Sudah Diteriaki

Berbeda dari umumnya, seorang pedagang justru kabur saat dipanggil oleh Anggota DPR Dedi Mulyadi.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
Kang Dedi Mulyadi Channel
Tukang cobek batu yang justru kabur saat dipanggil oleh anggota DPR Dedi Mulyadi. 

Mendengar ucapan itu, entah apa alasannya, tukang cobek batu itu justru mendadak berjalan pergi meninggalkan sang anggota dewan.

Bahkan meski sudah diteriaki oleh Kang Dedi dan juga warga yang ada di sana, dia tetap juga tak mau menengok, apalagi kembali ke arah KDM.

Tukang cobek batu yang kabur saat sempat dipanggil oleh anggota DPR Dedi Mulyadi.
Tukang cobek batu yang kabur saat sempat dipanggil oleh anggota DPR Dedi Mulyadi. (Kang Dedi Mulyadi Channel)

Saking penasarannya, tim Kang Dedi pun mengejar tukang cobek batu itu tapi tak juga berhasil.

Diduga tukang cobek batu itu tak tahu kalau yang memanggilnya itu bukanlah orang sembarangan.

Tukang Jamu Diborong Kang Dedi

Salah satu pedagang beruntung yang bertemu Kang Dedi adalah seorang tukang jamu gendong di Karawang, Jawa Barat.

Kepada tukang jamu itu, Kang Dedi seperti biasanya mengaku sebagai Haji Udin asal Majalengka, Jawa Barat.

Awalnya saat meminum jamu, Kang Dedi tak mau dicampur dengan jahe yang manis.

Baca juga: Tak Tahu Di Depannya Anggota DPR, Senangnya Tukang Jamu Dagangan Diborong & Bisa Bagi-bagi ke Warga

"Minum jamu kok pakai manis.

Jamu itu yang bagus pahitnya.

Kalau enggak pahit bukan jamu, itu gula kopi," paparnya.

Namun saat ditawarkan apakah mau ditambahkan pahitan, pembeli yang mengaku asal Majalengka itu menolaknya.

Penjual jamu gendong yang dagangannya diborong oleh pria mengaku bernama Haji Udin asal Majalengka.
Penjual jamu gendong yang dagangannya diborong oleh pria mengaku bernama Haji Udin asal Majalengka. (Kang Dedi Mulyadi Channel)

Dia malah berkelakar bahwa hidupnya sudah pernah merasakan banyak kepahitan.

"Hidup saya sudah lama pahit, tinggal manisnya," kata dia.

Mendengar hal itu, si penjual jamu itu juga ikutan curhat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved