Breaking News:

Teknologi Biometrik Diyakini Mampu Bantu Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi

Perkembangan teknologi dalam bidang biometrik dapat membantu pemulihan ekonomi pasca pandemi.

Editor: Wahyu Aji
(kiri kanan) Ketua Bidang Organisasi & Keanggotaan; M. Ajisatria Suleiman, Ketua Bidang Pelatihan & Seritifikasi; Feri Risnandar, Ketua Bidang Public Relation; Athika Batangaris, Ketua Umum Asosiasi; Fega M. Syakrani, Sekretaris Jenderal; Meidy Fitranto, Ketua Bidang Keamanan Data; Sarah Pamela. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Perkembangan teknologi dalam bidang biometrik dapat membantu pemulihan ekonomi pasca pandemi.

Demikian disampaikan Ketua Umum Asosiasi Industri Teknologi Biometrik Indonesia, Fega M. Syakrani dalam pertemuannya dengan Gubernur Bali, I Wayan Koster, Rabu 8 September 2021, di Denpasar.

Dalam pertemuan tersebut, Fega menyampaikan bahwa berbagai moda pengenalan biometric seperti sidik jari, retina, atau wajah dapat membantu tracing dan tracking penyebaran Covid-19, terlebih apabila teknologi ini dipasang pada aplikasi yang tidak membutuhkan jaringan internet.

Fega juga menyampaikan bahwa kendala utama dalam aplikasi tracing dan tracking penyebaran Covid-19 adalah kebergantungan terhadap smartphone dan jaringan internet.

"Di luar negeri maupun di Indonesia, sudah banyak pelaku startup biometrik yang mengembangkan fitur inovatif seperti QR berbasis biometrik yang tidak membutuhkan jaringan internet cepat. Tentu ini dapat membantu adopsi aplikasi tracing dan tracking di daerah dengan konektivitas internet yang rendah, dan juga mengurangi biaya bagi UKM yang ingin membuka usahanya kembali pada pasca pandemi," katanya dalam keterangan yang diterima, Senin (20/9/2021).

Pada kesempatan yang sama, beberapa anggota Asosiasi ikut membantu penyaluran distribusi vaksin bagi penyandang disabilitas yang diselenggarakan di Sekretariat DPRD kantor Pemerintah Provinsi Bali.

Kehadiran teknologi biometrik membantu distribusi vaksin khususnya bagi penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan dalam mendaftarkan diri dalam program vaksinasi.

Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Sosial Angkie Yudistia yang juga hadir dalam acara ini turut mengapresiasi kehadiran Asosiasi baru ini karena mendukung revolusi digital yang inklusif.

“Revolusi digital yang inklusif membutuhkan 3A (access, affordability, dan ability). Tiga hal ini harus terus kita upayakan agar demokratisasi akses digital dapat berjalan," kata Angkie dalam sambutannya.

Kegiatan Asosiasi Industri Teknologi Biometrik di Denpasar, Bali, ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Asosiasi Industri Teknologi Biometrik Indonesia yang secara resmi diluncurkan secara virtual pada hari Sabtu 11 September 2021.

Turut hadir dalam acara peluncuran virtual tersebut dan memberi selamat Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Prof. Zudan Arif Fakhrulloh, Sekretaris Utama Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI Marsda TNI Jemi Trisonjaya, Wakil Ketua Komisi II DPR-RI Lukman Hakim, serta mitra dari asosiasi industri lain yang terkait.

Selain didukung oleh para pejabat pemerintah dan Diskusi, peluncuran Asosiasi ini juga dihadiri oleh anggota asosiasi yaitu PT. International Biometrics Indonesia, PT. Nodeflux Teknologi Indonesia, PT. Cakrawala Data Integrasi, PT. Aksata Pratama Teknologi, PT. Jasuindo Tiga Perkasa, Tbk., PT. Solusinet Internusa, PT. Indonesia Digital Identity, dan Advance AI Indonesia.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved