Kang Dedi Siapkan Domba Warga untuk Macan Tutul Jawa: Dia Ambil Hak karena Haknya Dirampas Manusia

Anggota DPR RI Dedi Mulyadi menyiapkan domba warga untuk makan macan tutul Jawa yang ada di Gunung Sanggabuana, Karawang, Jawa Barat.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
Kang Dedi Mulyadi Channel
Anggota DPR Dedi Mulyadi saat meninjau lokasi diserangnya ternak warga oleh macan tutul Jawa di kaki Gunung Sanggabuana. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Anggota DPR RI Dedi Mulyadi menyiapkan domba warga untuk makan macan tutul Jawa yang ada di Gunung Sanggabuana, Karawang, Jawa Barat.

Hal itu dikatakan Kang Dedi usai memastikan bahwa masih adanya spesies macan tutul Jawa di Gunung Sanggabuana berdasarkan rekaman kamera trap yang dipasang.

Kang Dedi Mulyadi alias KDM tak bisa menutupi kegirangan bahwa macan tutul Jawa yang bagi masyarakat Sunda disebut maung itu masih ada populasinya.

Apalagi, dia menyebut bahwa Gunung Sanggabuana adalah salah satu tempat pertilasan Prabu Siliwangi yang sosoknya begitu disegani di masyarakat Sunda.

Karenanya, usai memastikan bahwa macan tutul Jawa masih ada di Gunung Sanggabuana, Kang Dedi langsung mempersilahkan hewan karnivora itu untuk memangsa ternak domba yang dipelihara warga di kaki gunung.

Baca juga: Macan Tutul Jawa Masih Ada di Gunung Sanggabuana, Terekam Kamera Kang Dedi: Terkam Domba Warga

Sebelumnya, Kang Dedi memang sudah memberikan 10 ekor domba kepada warga sebagai ganti rugi lantaran hewan ternak mereka mati diterkam macan.

Kala itu Kang Dedi menyebut penyebab macan penghuni Sanggabuana menerkam domba bukanlah salah sang maung.

Pasalnya, Kang Dedi menyebut hal itu dilakukan karena ekosistem alam di hutan sudah banyak dirusak manusia.

Keberadaan macan tutul Jawa di Gunung Sanggabuana yang terekam kamera trap yang dipasang Kang Dedi Mulyadi.
Keberadaan macan tutul Jawa di Gunung Sanggabuana yang terekam kamera trap yang dipasang Kang Dedi Mulyadi. (Kang Dedi Mulyadi Channel)

Apalagi saat Kang Dedi bahwa tempat beternak warga sudah digunduli oleh mereka sendiri.

Kang Dedi menduga hal itu yang membuat macan marah hingga akhirnya menerkam ternak warga.

Mantan bupati Purwakarta itu menyebut bahwa macan adalah hewan yang begitu pendendam kepada mereka yang jahat kepadanya.

Sebaliknya, hewan itu justru bisa sangat baik kepada mereka yang berbuat baik kepadanya.

Apalagi, kata Kang Dedi, area ternak warga itu sejatinya memang bukan diperuntukan untuk tempat tinggal warga dan beternak karena masih di wilayah perbatasan hutan Sanggabuana.

"Pokoknya kalau mau turun lagi dombanya sudah saya siapin.

Baca juga: Saya Datang untuk Melindungi Sanggabuana Tegas Kang Dedi Lihat Alam Dirusak hingga Macan Ngamuk

Ambil aja tapi jangan banyak-banyak.

Cukup satu aja, nanti kalau laper ambil lagi," kata Kang Dedi berpesan kepada macan tutul Jawa penghuni Gunung Sanggabuana seperti dilansir dari Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, Selasa (21/9/2021).

Kang Dedi pun menanyakan berapa hari sekali biasanya macan tutul Jawa memburu mangsanya untuk keperluan dia makan.

"Dia makannnya satu ekor untuk berapa hari?," tanya KDM.

Rekaman macan Tutul Jawa di Gunung Sanggabuana, Jawa Barat.
Rekaman macan Tutul Jawa di Gunung Sanggabuana, Jawa Barat. (Kang Dedi Mulyadi Channel)

"Dia kalo enggak pakai anak sih bisa 1-2 minggu lagi baru cari mangsa

Biasanya kalau kenyang disimpan di pohon," ujar aktivis yang ikut bersama Kang Dedi mengecek rekaman kamera trap di Gunung Sanggabuana.

Menurut Kang Dedi, turunnya macan tutul Jawa ke area ternak warga karena dia meminta haknya.

"Dia (macan) ngambil haknya (domba) karena haknya diambil manusia," kata Kang Dedi.

Buktikan Macan Tutul Jawa Masih Ada

Diketahui, bersama Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dan tim Sanggabuana Wildlife Expedition, Kang Dedi berhasil membuktikan keberadaan macan tutul Jawa masih ada di Gunung Sanggabuana.

Baca juga: Kang Dedi Beri Domba ke Warga Sanggabuana, tapi Harus Ikhlas Bila Dimakan Macan: Mereka Butuh Makan

Hal itu diketahui dari kamera trap yang dipasang Anggota DPR Dedi Mulyadi dan TNGHS.

Total ada 10 unit kamera trap yang terpasang di Gunung Sanggabuana, 8 unit dari TNGHS dan 2 unit dari Dedi.

Kamera trap dengan sensor gerak dan infra merah yang dipasang mantan bupati Purwakarta dan tim Sanggabuana Wildlife Expedition ini ternyata berhasil merekam macan tutul jawa (Panthera pardus melas).

Di salah satu titik pemasangan, dua kamera dipasang berhadapan, satu dengan mode perekaman video dan satu dengan mode perekaman foto.

Beberapa ekor domba yang diberikan Kang Dedi kepada warga Sanggabuana untuk menggantikan ternak mereka yang diterkam macan.
Beberapa ekor domba yang diberikan Kang Dedi kepada warga Sanggabuana untuk menggantikan ternak mereka yang diterkam macan. (Kang Dedi Mulyadi Channel)

Kang Dedi Mulyadi alias KDM memberikan kamera trap itu setelah Komisi IV DPR menerima informasi dari Sanggabuana Wildlife Expedition yang dilakukan sejak Juli 2020 di jajaran Pegunungan Sanggabuana terkait keberadaan macan tutul jawa.

Kang Dedi yang memang begitu peduli terhadap masalah alam ini begitu antusias saat melihat sendiri rekaman dari kamera trap bahwa ada keberadaan macan tutul Jawa di Gunung Sanggabuana.

Dalam rekaman itu dijelaskan bahwa macan tutul Jawa itu terlihat di empat titik.

Rekaman yang paling jelas terlihat pada 10 September 2021 pukul 05.16 WIB di mana seekor Macan tutul Jawa yang diperkirakan betina mengorek-ngorek tanah tepat di depan kamera trap dipasang.

Selain itu, disebutkan dia mengeluarkan urine di sana untuk menandakan daerah jangkauannya.

Diduga Makan Domba Warga

Baca juga: Lihat Hutan Digunduli, Kang Dedi Yakin Ini Penyebab Macan Serang Ternak Warga: Minta Maaf Sama Alam

Diduga macan tutul Jawa itu hendak turun ke wilayah peternakan warga untuk menerkam domba ternak.

Pasalnya, ada laporan bahwa sudah nyaris 30 ekor domba warga mati diterkam macan dari Gunung Sanggabuana.

"Dimungkinkan dia lewat tanggal 10 September
kejadian domba mati 2 ekor tanggal 11 (September), jadi ini dia turun," ujar Leader Sanggabuana Wildlife Expedition yang juga peneliti satwa liar, Bernard T Wahyu Wiryanta yang ikut bersama Kang Dedi.

Sebelumnya Kang Dedi memang mendapatkan laporan adanya ternak warga yang diserang macan dan dia pun langsung mengecek hal itu ke lokasi.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved