Breaking News:

Waspada Jasa Keuangan Palsu yang Beroperasi di Indonesia

Rekomendasi berikut diciptakan secara khusus untuk broker, namun dapat juga diaplikasikan dalam aktifitas online secara keseharian.

Editor: Wahyu Aji
Broker Forex Octa Investama Berjangka yang berbasis di Indonesia dan telah mendapatkan lisensi dari Bappebti 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Broker Forex Octa Investama Berjangka yang berbasis di Indonesia dan telah mendapatkan lisensi dari Bappebti mengemukakan masalah dari berbagai skema penipuan dalam industri keuangan.

Berdasarkan data laporan terkini, ditemukan peningkatan signifikan dalam jumlah sumber online yang mencurigakan, yang secara ilegal menggunakan nama merek Octa Investama Berjangka dengan tujuan merampas uang korban.

"Keamanan konsumen kami adalah salah satu prioritas utama, dan kami mengerahkan semua kemampuan serta sumber daya dalam memerangi para penipu keuangan. Sayangnya, banyak skema penipuan dalam komunitas trading dan sumber palsu yang masih menjadi aib bagi industri Forex," kata Direktur Octa Investama Berjangka, Zalfikar Reza Ridwan, Rabu (22/9/2021).

"Namun kami yakin bahwa bersama pasti bisa menganggulangi hal ini. Maka, kami mendesak para trader untuk semakin jeli dan membantu kami untuk memastikan uang mereka aman," tambahnya.

Diketahui, perhatian khusus telah diberikan kepada situs dengan logo broker tertentu, dan perbincangan melalui media sosial, grup, dan media lainnya, yang berpura-pura menjadi perwakilan dari perusahan, terutama pada platform Telegram.

"Tidak sulit untuk diperdayai dan menjadi korban berbagai sumber dan outlet ini, bahkan mereka bisa meyakinkan bahwa trading yang anda lakukan itu benar-benar dengan perusahaan yang sah," ujarnya.

Selama ini, Zalfikar mengatakan, upaya menghadapi penipuan dalam bidang keuangan dipimpin oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Dimana, Bappebti secara rutin memonitor dan memblokir broker palsu.

"Usaha bersama dengan Octa Investama Berjangka yang aktif memblokir pemalsunya, cukup efisien saat ini, dan diharapkan pada akhirnya bisa menghentikan berbagai skema penipuan. Walau masalah ini masih sangat relevan dalam industri trading," ujarnya.

Sebelumnya, broker ini telah merilis sebuah daftar mengenai langkah-langkah keamanan untuk membantu kliennya mengidentifikasi situs dan aktifitas mencurigakan agar trading lebih aman.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved