Breaking News:

Lapas Tangerang Terbakar

LPSK Belum Terima Permohonan Perlindungan Korban Lapas Tangerang

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) belum menerima permohonan perlindungan dari korban kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang

Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi saat ditemui di Balai Kota Jakarta usai bertemu Gubernur Anies Baswedan, Kamis (29/4/2021).   

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) belum menerima permohonan perlindungan dari korban kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang, Provinsi Banten.

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu mengatakan belum ada anggota keluarga dari korban tewas dan korban luka kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang yang mengajukan permohonan.

"Sejauh ini belum ada yang mengajukan permohonan perlindungan," kata Edwin saat dikonfirmasi di Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (24/9/2021).

Sejak jajaran Ditkrimum Polda Metro Jaya menyatakan ada dugaan tindak pidana dalam kebakaran yang menewaskan 49 narapidana dan puluhan lain luka LPSK menyatakan siap memberi perlindungan.

Bentuk perlindungan bagi korban meliputi pendampingan psikologis, perawatan medis, rumah aman, hingga restitusi atau ganti rugi atas kerugian yang dibebankan kepada pelaku lewat peradilan.

Korban yang ingin menuntut ganti rugi kepada para pelaku cukup mengajukan permohonan perlindungan ke LPSK, nantinya permohonan tersebut bakal dikaji untuk disetujui atau tidaknya.

Baca juga: 3 Petugas Lapas Kelas 1 Tangerang Tersangka Kasus Kebakaran, Polisi Sebut Unsur Lalai

"Permohonan perlindungan dapat diajukan sepanjang masih dalam proses hukum," ujar Edwin.

Hingga kini penyidik Ditkrimum Polda Metro Jaya sudah menetapkan tiga tersangka dalam kasus kebakaran yang terjadi pada Rabu (8/9/2021) sekira pukul 01.50 WIB, yakni RU, S, dan Y.

Ketiganya merupakan pegawai Lapas Kelas 1 Tangerang yang bertugas saat kejadian, mereka dijerat pasal 359 KUHP tentang kealpaan atau kelalaian dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved