Breaking News:

Airlangga Serap Aspirasi Petani Sambil Menanam Padi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berdialog dengan petani di tengah-tengah sawah di Klaten, Jawa Tengah pada Jumat (24/9/2021

Istimewa
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berdialog dengan petani di tengah-tengah sawah di Klaten, Jawa Tengah pada Jumat (24/9/2021). Airlangga rela 'becek-becekan' demi mengetahui kondisi terkini dari para petani. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berdialog dengan petani di tengah-tengah sawah di Klaten, Jawa Tengah pada Jumat (24/9/2021). Airlangga rela 'becek-becekan' demi mengetahui kondisi terkini dari para petani

"Satu tahun berapa kali panen Bu? Hasilnya gimana?" tanya Airlangga. 

Menanggapi pertanyaan Airlangga, salah satu petani, Siti Daryatun (53), mengatakan dalam satu tahun bisa mencapai dua kali panen. Siti juga mengaku hasil panennya berkualitas bagus. 

"Alhamdulillah panennya bagus pak. Setahun bisa dua kali panen. Dua tahun lima kali panen," katanya. 

Airlangga kemudian menanyakan kembali terkait harga pupuk dan apakah petani di sini mendapatkan pupuk subsidi dari pemerintah. Dengan spontan, Siti menjawab harga pupuknya mahal dan pupuk subsidi dari pemerintah masih kurang.

Baca juga: Ziarah ke Makam Mbah Lim, Airlangga Diamanati Jaga NKRI

"Awis (mahal) pak. Pupuk subsidi mboten (tidak) semua," kata Siti. 

Petani lainnya, Hartaya, mengungkapkan rasa syukurnya karena telah mendapatkan bantuan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI. Petani padi dan tanaman holtikutura ini mengaku mendapatkan KUR sebesar Rp13 juta. 

"Pertama, kami ucapkan terima kasih kepada bapak Menko, pak Airlangga Hartarto, yang telah memberikan KUR kepada petani yaitu melalui proses mudah dan cepat, yang ringan, saya sebagai petani mengucapkan terima kasih banyak, semoga petani juga sejahtera," ujarnya. 

Hartaya mengatakan bantuan pinjaman KUR ini akan digunakan untuk persiapan penanaman baru. 

"Yaitu kita punya luas satu hektar, kita keburuhannya kira-kira sepuluhan lebih, semua itu nanti terpakai untuk biaya tanam sampai panen, untuk tenaga kerja, pemupukan," pungkasnya. 

Hartaya yakin dengan adanya bantuan KUR bisa membantu meningkatkan produksi dan pendapatan usahanya. 

"Insya Allah bisa, nanti kan pakai teknologi yaitu smart farming, itu petani milenial digital," pungkasnya. 

Program Millenial Smartfarming merupakan ekosistem pemberdayaan milenial melalui pembinaan dan pengembangan ekosistem pertanian digital (IoT) dari hulu ke hilir serta meningkatkan Inklusi Keuangan Desa. 

Program ini bertujuan mengimplementasikan pertanian cerdas dengan penerapan digitalisasi pertanian dengan Internet of Things (IoT), membentuk ekosistem pertanian dengan pembukaan akses pasar kepada petani, sehingga penghasilan petani terjamin serta mengoptimalkan inklusi keuangan perbankan di desa, dan memperkuat kelembagaan petani milenial yang dilakukan oleh berbagai stakeholder.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved