Antisipasi Virus Corona di DKI
Ada Spanduk Penolakan Nonton Bareng Film G30S/PKI di Menteng Jakpus, Kapolsek: Warga yang Pasang
Kapolsek Menteng, Kompol Gunarto, mengatakan pihaknya mendapati sejumlah spanduk yang berisi penolakan nonton bareng (nobar) film G30S/PKI.
Hal tersebut dikarenakan tujuan dari penayangannya memang untuk propaganda.
Kebijakan pemberhentian tersebut dimulai pada Oktober 1998.
"Karena itu tanggal 30 September, TVRI dan TV swasta lain tidak akan menayangkan lagi film G30S/PKI", kata Letnan Jendral (Letjen) Purnawirawan Yunus Yosfiah pada harian Kompas, 24 September 1998.
Baca juga: Pemeran di Film Pengkhianatan G 30 S/PKI Wawan Wanisar Meninggal, Deddy Mizwar: Selamat Jalan Kawan
Sinopsis film G30S/PKI
Setelah mengetahui fakta dari film karya Arifin C Noer tersebut, berikut sinopsis film G30S/PKI dikutip dari bkkp.demakkab.go.id:
Untuk film G30S/PKI menceritakan tentang kudeta yang dilakukan oleh Kolonel Untung dan dibantu pasukan Tjakrabiirawa yang dilakukan pada 30 September 1965.
Secara alur, film ini menceritakan awal dari latar belakang peristiwa hingga dilancarkannya pembunuhan terhadap jenderal yang sudah diincar.
Pada film tersebut, terdapat tujuh jenderal yang harus terbunuh secara sadis dan salah satunya adalah Donald Isaac Pandjaitan yang berpangkat Brigadir Jenderal (Brigjen).
Baca juga: Kontroversi Penyiksaan Para Jenderal di Film G30S/PKI, Ini Tanggapan Sejarawan UGM
Digambarkan jika sekelompok pasukan mengepung rumah DI Pandjaitan yang berada di Jalan Hassanudin No 53, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dengan membawa senjata laras panjang.
Pada saat yang bersamaan, Brigjen DI Panjaitan sedang berada di lantai dua sambil berkaca dengan mengenakan seragam lengkap.
Ternyata, pasukan tentara telah memasuki lantai 1 dan menembak perabotan.
Sontak, istri dan anak DI Panjaitan merasa ketakutan dan membuat dirinya turun secara perlahan untuk mengecek apa yang terjadi.
Baca juga: Film G30S/PKI 98 Persen Akurat, Putra Jenderal Ahmad Yani Sebut Cuma Bagian Ini yang Tak Sesuai
Dikabarkan pula lewat informasi dari asisten rumah tangga Panjaitan bahwa kedua keponakan yaitu Albert dan Viktor terkena tembakan.
Namun, DI Panjaitan tetap tenang dan menghadap ke pasukan tentara yang telah berada di lantai satu.
Pasukan tersebut disebut berasal dari satuan Tjakrabirawa yang merupakan pengawal dari Presiden Soekarno.