Anggota Komisi I DPR Rizki Natakusumah: Peran Penting Orang Tua Lindungi Data Privasi Anak di Medsos

Internet telah telah membawa manfaat yang besar bagi banyak orang, termasuk anak-anak.

Editor: Wahyu Aji
Webinar Ngobrol Bareng Legislator yang bertajuk "Melindungi Data Privasi Anak dalam Pemanfaatan Teknologi Digital" yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (30/9/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Internet telah telah membawa manfaat yang besar bagi banyak orang, termasuk anak-anak.

Namun, pemanfaatan internet juga membawa risiko besar bagi mereka.

Untuk itu perlu sejumlah langkah agar anak-anak terlindungi di dunia maya, seperti menekankan tanggung  jawab perusahaan teknologi dan penyediaan regulasi perlindungan data pribadi anak yang lebih jelas  dan tegas.

Sebagai langkah penting dalam mengurangi resiko keamanan data, butuh peranan pemerintah, pihak industri, pihak perguruan tinggi.

Untuk itu kita butuh banyak ahli dan perusahaan yang mampu menghadapi resiko Cyber Security.

Dalam kapasitas sebagai anggota Komisi I DPR RI, sedang melakukan pembahasan RUU PDP yang akan berdampak dan berpengaruh bagi perkembangan TIK yang sudah digital 4.0.

RUU PDP dapat melindungi data-data masyarakat Indonesia dan juga menjadi dasar regulasi untuk melindungi data  pribadi masyarakat baik yang bersifat elektronik maupun non elektronik.

Demikian kesimpulan dalam diskusi webinar Ngobrol Bareng Legislator yang bertajuk "Melindungi Data Privasi Anak dalam Pemanfaatan Teknologi Digital" yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (30/9/2021).

Agenda Webinar ini dihadiri oleh Rizki Aulia Rahman Natakusumah selaku Anggota Komisi 1 DPR RI dari Fraksi Demokrat, dan narasumber lainnya yang hadir yakni Semuel A. Pangerapan selaku Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI dan Shevierra Danmadiyah selaku Peneliti ELSAM (Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat)

"Penyalahgunaan data pribadi anak oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Kasus penyalahgunaan  data pribadi anak tidak jarang disebabkan oleh ketidaktahuan anak dan keluarganya. Karenanya,  orangtua perlu memberikan pengetahuan umum tentang dunia digital termasuk risiko apa saja yang  bisa timbul ketika memasukinya. Maka dari itu orangtua harus paham literasi digital. Orangtua memiliki tanggung jawab untuk melakukan monitoring." kata Rizki Aulia.

"Salah satu pilar penting dalam mendukung terwujudnya agenda transformasi digital adalah menciptakan masyarakat digital dimana kemampuan literasi digital masyarakat memegang peranan penting di dalamnya, kemampuan tersebut menjadi tingkatan dasar yang paling krusial dalam menghadapi pesatnya perkembangan teknologi," kata Semuel A. Pangerapan.

Sementara Shevierra Danmadiyah membagikan tips dalam melindungi diri anak dari bermedia sosial.

"Dalam membuat sebuah akun media sosial, harus perhatikan beberapa hal seperti, apakah akan menggunakan nama riil, kemudian jangan menyediakan informasih melebih apa yang dibutuhkan, berhati-hati dalam memilih foto, perhatikan IP Address, dan tentukan password yang aman. Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan yaitu mengecek kebijakan privasi dari media sosial yang digunakan," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved