Breaking News:

Intip Kerajinan Tangan Khas Papua, Harga Bisa Capai Jutaan Rupiah Loh

Ada gantungan kunci, tas untuk handphone, tas, topi, dompet, hingga hiasan dinding berbagai jenis corak yang dilukis langsung olehnya.

WARTAKOTA/Rafsanzani Simanjorang
Hasil kerajinan tangan kulit kayu Mama Agnes saat ditemui pada Sabtu (2/10). 

Laporan Reporter WARTAKOTALIVE.COM, Rafsanzani Simanjorang

TRIBUNJAKARTA.COM, SENTANI- Ajang pembukaan PON Papua di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Sentani, Jayapura menjadi kesempatan bagi Agnes Kere untuk menjual dan mempromosikan hasil kerajinan tangannya.

Menggunakan sebuah stand berukuran kecil, Agnes memajangkan karya kerajinan kulit kayu miliknya.

Ada gantungan kunci, tas untuk handphone, tas, topi, dompet, hingga hiasan dinding berbagai jenis corak yang dilukis langsung olehnya.

"Ada berbagai macam produk yang mama buat dari kulit kayu. Saya buat sendiri. Ada juga mahkota dari bulu ayam dan Kasuari yang biasanya dikenakan saat acara adat," ujarnya kepada Warta Kota, Sabtu (2/9/2021) di Stadion Lukas Enembe.

Baca juga: Pertama Kali Dilakukan, Pemilihan Ketua RT di RW 09 Duren Sawit Door to Door Tuai Pujian

Berbagai varian hargapun ditetapkan sesuai dengan jenis produknya.

Dari kisaran Rp.20.000, ratusan ribu hingga jutaan.  Salah satunya adalah hiasan dinding yang bercorak ikan gergaji yang dipatok seharga Rp.1.500.000.

Ikan gergaji sendiri merupakan ikan yang dulunya dipercaya hidup danau Sentani, namun ikan tersebut nyaris punah.

Ada pula corak dewa ikan yang dipercaya dulunya tinggal di danau Sentani.

Ada pun kulit kayu yang digunakan oleh Agnes dalam membuat kerajinan tangan adalah kulit kombou.

Baca juga: Penerapan Ganjil Genap di Jalan Margonda Depok Masih Persiapan, Simak Tahapannya

"Ini kulit khusus untuk kerajinan kayu. Ini awet, tahan sampe bertahun-tahun," tambahnya.

Untuk menggambar di kulit kayu, Agnes biasanya menggunakan jari-jari kelapa, sementara untuk warna menggunakan cat asturo.

"Untuk membuat tas biasanya saya butuh waktu dua minggu. Kalau hiasan dinding yang lama. Lebih dari dua minggu," tegasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved