Breaking News:

Cerita Kriminal

Warteg di Kalimalang Dirampok, Uang Rp 8,5 Juta Hingga Kalung Emas 10 Gram Digasak

2 pelaku masuk lalu menggasak uang tunai sebesar Rp 8,5 juta, satu unit handphone, dan kalung emas seberat 10 gram yang saat kejadian dikenakan bosnya

Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Bima Putera/TRIBUNJAKARTA.COM
Wandi, pegawai Warteg saat memberi keterangan terkait kronologis perampokan di Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (3/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Perampokan terjadi menyasar warteg di Jalan Raya Kalimalang, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur pada Minggu (3/10/2021) sekira pukul 03.00 WIB.

Wandi (24), pegawai Warteg mengatakan tempat kerjanya itu disatroni komplotan rampok beranggotakan tiga orang pria bersenjata tajam yang berpura-pura menjadi pelanggaan.

"Awalnya mereka ini makan, tapi pas selesai marah-marah dan enggak mau bayar. Satu pelaku itu malah sampai melempar piring ke arah saya terus kabur," kata Wandi di Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (3/10/2021).

Wandi sempat berupaya keluar mengejar pelaku, nahas saat beranjak, dia ditodong sebilah pisau oleh pelaku yang memintanya diam tidak berteriak meminta tolong.

Setelah menodong Wandi, dua pelaku masuk lalu menggasak uang tunai sebesar Rp 8,5 juta, satu unit handphone, dan kalung emas seberat 10 gram yang saat kejadian dikenakan bosnya, Dewi Santika.

"Jadi mereka enggak cuman masuk sampai ke area etalase makanan, tapi sampai ke bagian dalam. Pas kejadian si bos (Dewi) lagi bangun, langsung dirampas kalung emasnya," ujarnya.

Wandi menuturkan saat kejadian warteg dirampok itu sebenarnya terdapat dua pegawai lain di lokasi, namun mereka sedang terlelap.

Wandi saat menunujukkan tempat ketiga pelaku duduk saat makan di Warteg tempat kerjanya, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (3/10/2021).
Wandi saat menunujukkan tempat ketiga pelaku duduk saat makan di Warteg tempat kerjanya, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (3/10/2021). (Bima Putera/TRIBUNJAKARTA.COM)

Baca juga: Hadiri Festival Silat Virtual, Gubernur Anies Sebut Cingkrik Berpotensi Mendunia

Hanya Wandi dan Dewi yang dalam keadaan terjaga namun tidak berani berteriak lantaran ditodong pelaku dengan senjata tajam, dua orang menggenggam pisau dan satu membawa celurit.

"Jadi tiga orang ini semuanya bawa senjata tajam, tapi pas makan mereka sembunyikan. Baru pas saya keluar mereka dikeluarkan. Yang ditodong saya sama si bos (Dewi)," tuturnya.

Wandi mengatakan, pelaku leluasa beraksi karena saat kejadian tidak ada pengunjung lain. Selain itu, pandangan pengguna jalan dari arah Jatinegara ke Duren Sawit terhalang satu mobil terparkir depan Warteg.

Menurutnya, aksi pelaku sejak menodongkan pisau menggasak uang Rp 8,5 juta, satu unit handphone, dan kalung emas seberat 10 gram hingga kabur terbilang singkat, hanya sekitar 5 menit.

"Mereka kabur naik satu motor, boncengan bertiga. Kabur ke arah Duren Sawit. Habis kejadian sudah laporan ke Polsek Duren Sawit. Tadi juga anggota dari Polda (Metro Jaya) sudah datang menanyakan kronologis kejadian," lanjut Wandi.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved