Pengerukan Lumpur di Waduk Munjul Cipayung Terus Dikebut: Mampu Tampung Air 163 Meter Kubik

Sebagai upaya mengantisipasi bencana banjir, pengerukan lumpur di Waduk Munjul terus dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina
Suasana di Waduk Munjul, Cipayung, Jakarta Timur dalam gerebek lumpur, Senin (4/10/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Gerebek lumpur di Waduk Munjul, Cipayung, Jakarta Timur terus dikebut.

Sebagai upaya mengantisipasi bencana banjir, pengerukan lumpur di Waduk Munjul terus dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

Memiliki daya tampung air setar 163 meter kubik, Waduk Munjul diharapkan dapat mengantisipasi genangan air di kawasan Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur.

Baca juga: Pemkot Jakarta Utara Bangun Tiga Waduk Baru Sebagai Kolam Retensi

"Waduk Munjul ini kira-kira seluas 5,1 hektar, ini akan kita tuntaskan. Pelaksanaannya sendiri sudah dari Bulan Maret. Ini akan kita tuntaskan sampai akhir tahun ini untuk membuat wadah air sedalam dari muka jalan ini minus 4 meter. Jadi nanti ada daya tampung air hujan 163 meter kubil," kata Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Yusmada Faisal di Cipayung, Senin (4/102/2021).

Baca juga: Pandemi: Kuli Bangunan Buat Warung di Tengah Waduk Jatiluhur, Keliling Pakai Perahu Cari Pembeli

Nantinya, bila proses pengerukan lumpur telah selesai, pintu air di kawasan Cipinang Melayu baru akan dibuka setelah hujan selesai.

Sehingga aliran air akan perlahan menuju kawasan Cipinang Melayu setelah tertampung lebih dulu di Waduk Munjul.

"Tujuannya (itu yang selalu diarahkan Pak Gubernur) air hujan itu dikendalikan ia segera tidak cepat-cepat menggelontor ke hilir. Air hujan didaerah ini hilirnya ada didaerah Cipinang Melayu."

Baca juga: Waduk Jatiluhur Ala Kang Dedi: Mau Seperti Pantai Kuta di Bali, tapi Bangunannya Ala Kerajaan

 "Itu daerah yang rawan genangan. Nah itu kalau ada  hujan di sini, air tuh di tahan dulu di sini setelah itu selesai hujan, kira buka pintu air di sana digelontorin sedikit-sedikit," tandasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved