Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Masih Terapkan PPKM Level 3, Wali Kota Bekasi Salahkan Lambatnya Vaksinasi di 3 Kabupaten Tetangga

Capain vaksin di Kota Bekasi lanjut dia, sampai saat ini sudah menyentuh lebih dari 65 persen dari total 2 juta target sasaran

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Jaisy Rahman Tohir
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Rahmat Effendi mengimbau, seluruh masjid di wilayahnya tidak menggelar salat Iduladha 1442 H secara berjemaah. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, mengungkapkan alasan wilayahnya masih berstatus PPKM Level 3, padahal situasi sebaran Covid-19 sudah cukup landai selama beberapa pekan terakhir.

Pria yang akrab disapa Pepen ini mengatakan, Kota Bekasi harus mengikuti situs perkembangan Covid-19 di wilayah aglomerasi Jabodetabek.

Dalam kebijakan PPKM Level 3 yang berlaku 5 sampai 18 Oktober 2021, pemerintah pusat mempertimbangkan capaian vaksin tiga wilayah Kabupaten tetangga yang masih rendah.

Tiga wilayah itu diantaranya, Kabupaten Bogor, Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Bekasi yang dianggap capaian vaksinnya belum signifikan.

"Kalau aglomerasi itu pertimbangannya adalah rendahnya presentasi vaksin, ya di kita kan tinggi (persentase vaksinnya), tapi kan kalau diputuskan di level 3 karena persoalan aglomerasi," kata Pepen, Selasa (5/10/2021).

Capain vaksin di Kota Bekasi lanjut dia, sampai saat ini sudah menyentuh lebih dari 65 persen dari total 2 juta target sasaran.

Pemerintah Kota Bekasi kata dia, terus mengupayakan percepatan vaksinasi salah satunya dengan menyiapkan gerai vaksin di seluruh wilayah dan vaksin door to door atau jemput bola.

Baca juga: Pemprov DKI Ungkap Dugaan 3 Sumber Pencemaran Paracetamol di Teluk Jakarta

Baca juga: PPKM Level 3, Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Mal di Kota Bekasi, Wali Kota: Covid Sudah Landai

Menqnggapi soal status Kota Bekasi yang harus menerapkan PPKM Level 3, pihaknya tentu saja harus mengikuti keputusan pemerintah pusat meski dalam hal ini, warga harus bersabar.

"Kasian juga warga kita yang harusnya bisa menikmati dari sebuah proses kepatuhan kemarin (PPKM sebelumnya) sekarang sudah turun harus terus nunggu daerah lain atau aglomerasi yang ada," terangnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved