Peringatan untuk Orangtua, Pelajar Tawuran di Lenteng Agung Bakal Kehilangan Kartu Jakarta Pintar

Kartu Jakarta Pelajar bakal dicabut dari para pelajar yang terlibat tawuran di Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Y Gustaman
KJP DKI Jakarta
Ilustrasi KJP Plus. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Kartu Jakarta Pintar (KJP) bakal dicabut dari para pelajar yang terlibat tawuran di Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Seperti penyakit kambuhan, tawuran antarpelajar kembali pecah pada Senin (4/10/2021) sekitar pukul 17.00 WIB.

Tawuran ini ketika pembelajaran tatap muka digelar secara terbatas.

Video yang menampilkan para pelajar terlibat tawuran pun viral di media sosial.

Mereka tampak berlarian sambil membawa senjata tajam.

Baca juga: Kapolsek Tebet Miris Lihat Anak-anak Tawuran Pakai Senjata Tajam, Minta Ortu Tingkatkan Pengawasan

Sejumlah warga di lokasi berupaya membubarkan para pelajar yang terlibat tawuran.

Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan Wilayah 2, Abd Rachem, membenarkan sanksi keras bagi para pelajar terlibat tawuran.

Salah satu pelaku tawuran di Bukit Duri berinisial ENP (26) saat dihadirkan dalam jumpa pers di Polsek Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (1/10/2021).
Salah satu pelaku tawuran di Bukit Duri berinisial ENP (26) saat dihadirkan dalam jumpa pers di Polsek Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (1/10/2021). (TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim)

"Jadi sanksinya pencabutan KJP," ujar Rachem saat dihubungi pada Selasa (5/10/2021).

Selain itu, Sudin Pendidikan Jakarta Selatan juga akan membina para pelajar yang terlibat tawuran.

Salah satunya memanggil orangtuanya.

"Pembinaan itu ada tiga tungku; di sekolah, rumah, dan jalan. Bagaimana pun anak umur segitu perlu pembinaan," ujar dia.

"Kemudian ada peringatan. Peringatan 1, peringatan 2. Tak hanya anak, tapi sekolah karena sekolah punya peran di situ," tambahnya.

Baca juga: Admin Akun Instagram Hasut Anak di Bawah Umur Ikut Tawuran, Mode Privat Hanya Dibuka Saat Provokasi

Di sisi lain, Rachem memastikan pihaknya akan mengusut para pelajar yang terlibat tawuran.

"Pasti, pasti diusut siapa (pelajar yang terlibat tawuran)," kata Rachem.

Rachem mengaku belum mengetahui pelajar dari sekolah mana saja yang terlibat tawuran.

Ia akan berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk mengusut aksi tawuran tersebut.

"Saya belum dapat informasi, saya akan coba koordinasi dulu. Yang pasti kita akan usut," tegas dia.

Tawuran pelajar di Jalan Raya Lenteng Agung terjadi pada Senin sore sekitar pukul 17.00 WIB.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved