PON Papua
Dugaan Sepak Bola Gajah PON Papua, Fakhri Husaini: Mereka Ngomong Begitu Sambil Ngopi
Fakhri Husaini tak mempermasalah jika PSSI nantinya mau mengusut pertandingan yang mempertemukan Aceh melawan Kalimantan Timur di PON Papua.
Di sisi lain, Fakhri Husaini mengaku geram dengan banyaknya komentar negatif dan langsung menyudutkan pertandingan Aceh vs Kaltim.
Baca juga: Wagub DKI Ungkap 5 Atlet PON Papua Terpapar Covid-19 Kini Sedang Proses Pemulangan ke Ibu Kota
Menurut Fakhri, mereka semua yang berkomentar negatif hanya bisa menyaksikan pertandingan di layar kaca atau menonton di tribun.
"Ada Akmal atau siapa pun berpendapat, itu bola harusnya bisa dibuang dan dikontrol, kamu ngomong begitu karena cuma duduk di atas sambil minum kopi nontonnya," kata dia.
Fakhri menyebut jika yang menyudutkan itu tidak mengerti dan tak pernah merasakan bermain sepak bola dan berada di posisi sang pemain.
"Pemain yang sedang main di lapangan, apalagi mereka pemain amatir, dalam kondisi itu apapun bisa terjadi," tutupnya.
Sebelumnya, Fakhri Husaini dengan tegas membantah tudingan praktik sepak bola gajah di pertandingan Aceh melawan Kalimantan Timur.

Menurut Fakhri, dugaan tersebut bisa muncul dan menjadi ramai karena adanya kekecewaan dari tim yang tersingkir dari ajang PON Papua 2021.
"Ini kenapa bisa ramai karena ada tim yang tersingkirkan akibat skor pertandingan itu. Ini buat saya biasa, setiap orang bebas berpendapat," kata Fakhri Husaini.
Pengamatan Fakhri, gol yang terjadi di pertandingan itu murni dan tidak adanya kesengajaan yang dilakukan pemain Kalimantan Timur.
Dari pengalamannya bermain dan melatih sepak bola, gol tersebut memang seharunya tercipta karena bola yang sulit dikontrol oleh pemain Kalimantan Timur.
"Kalau mau lihat gol bunuh diri, masih banyak yang lebih lucu dari laga itu (Aceh vs Kaltim). Saya sebagai pelatih, saya lihat dari aspek teknis itu bola sulit bola datang ke kaki pemain," ungkapnya.
Baca juga: Final Tenis PON Papua Hari Ini: Jawa Timur Kirim 5 Wakil, Berpeluang Panen Emas
Pelatih yang sudah malang-melintang di sepak bola Indonesia itu lantas membandingkan dengan beberapa kejadian yang terjadi pada babak pertama laga Aceh vs Kalimantan Timur.
Menurut Fakhri, banyak peluang dari anak asuhnya yang tidak berbuah gol.
Bahkan, ada satu momen pemain Aceh mendapatkan hadiah penalti. Namun bola tersebut tidak berbuah gol di laga Aceh melawan Kaltim.
"Memang situasinya punya kepentingan, kenapa tidak dipersoalkan ketika ada 5 peluang dari pemain Aceh di babak pertama yang tidak masuk."