Breaking News:

Ribetnya Validasi Dokumen PMI di Bandara Soekarno-Hatta, Harusnya Digital Jadi Manual

Akibatnya, validasi dokumen seperti hasil pemeriksaan kesehatan PCR/Antigen harus dilakukan secara manual.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Acos aka Abdul Qodir
TribunJakarta/Ega Alfreda
Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta yang kebingungan karena validasi berkasnya macet sehingga dilakukan secara manual, Kamis (5/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Validasi dokumen perjalanan secara digital di Bandara Soekarno-Hatta masih menjadi masalah mengakar, terutama untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Sebab, sejumlah penumpang gagal melakukan validasi dokumen perjalanan secara digital di Bandara Soekarno-Hatta.

Akibatnya, validasi dokumen seperti hasil pemeriksaan kesehatan PCR/Antigen harus dilakukan secara manual.

Rita (29) seorang calon penumpang tujuan Kualanamu terpaksa melakukan validasi dokumen perjalanan secara manual.

Baca juga: Kepala BP2MI Gandeng Jaksa Agung Perangi Sindikat Penempatan Ilegal Pekerja Migran

Pasalnya, dirinya gagal melakukan validasi secara digital dikios validasi saat hendak ke Kualanamu menjadi PMI.

"Saya sudah divaksin, sertifikatnya ada. Tapi karena surat PCR pakai nomor paspor jadi harus validasi ke tempat validasi KKP. Tapi tadi sudah distempel," ujar Rita, di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (5/10/2021).

Penumpang lain bernama Dini juga merasakan hal yang sama.

Mereka berdua merupakan pekerja migran Indonesia yang bekerja di Malaysia yang telah usai menjalani karantina di Wisma Pademangan.

"Tadi itu kita coba validasi di kios itu tapi tidak bisa. Kami sudah mondar-mandir dari tadi, untung diarahkan tadi ke petugas yang ada di sana," jelas wanita asal Tebing Tinggi, Sumatera Utara itu.

Baca juga: PeduliLindungi Terkendala, Antrean Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Sempat Mengular

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved