Kisah Guru Honorer Jalan Kaki Puluhan Kilometer ke Kampus Almamater
Pria berprofesi guru honorer itu merasakan senang tak terperi kala melihat namanya lulus tes seleksi PPPK Kabupaten Klaten
"Tadi sudah izin ke istri, mungkin kalau tidak ada halangan saya tiba di Kampus UNY sekitar pukul empat sore ya," katanya.
Menurutnya, untuk menunaikan nazar jalan kaki 37 kilometer itu, dirinya tidak memiliki persiapan khusus.
Sebab, sebelum-sebelumnya dirinya juga pernah mengiringi siswa ikut lomba gerak jalan sejauh 25 kilometer.
"Untuk nazar ini nggak ada persiapan khusus. Saya jalan santai saja dan tidak tergesa-gesa," ujar warga Dukuh Brajan, Desa Planggu, Kecamatan Trucuk.
Diakui Supriyadi, dirinya senang bisa menjadi guru, sebab baginya guru itu bisa memberi pengabdian kepada anak-anak menularkan ilmu dan juga pengabdian bagi negeri.
Supriyadi pun berpesan agar semua guru yang belum diangkat menjadi ASN untuk tetap semangat mengajar dan selalu berusaha.
Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul KISAH Guru HONORER Tunaikan Nazar Jalan Kaki Klaten hingga Daerah Istimewa Yogyakarta
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/supriyadi-53-guru-honorer-smpn-1-trucuk.jpg)