Breaking News:

BEM UI Demo Rektorat, Tuntut Pencabutan Statuta Rektor Rangkap Jabatan

Siang ini, massa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI menggelar aksi demo di Gedung Rektorat

Dwi Putra Kesuma / Tribun Jakarta
Aksi demo BEM UI menuntut pencabutan revisi Statuta UI soal rektor rangkap jabatan, Selasa (11/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, BEJI - Kasus rangkap jabatan Rektor Universitas Indonesia (UI) berbuntut panjang.

Siang ini, massa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI menggelar aksi demo di Gedung Rektorat menuntut pencabutan Peraturan Pemerintah (PP) No. 75 Tahun 2021 tentang Statuta Universitas Indonesia, revisi dari PP No. 68 Tahun 2013 yang sebelumnya berlaku.

“Kami dan Dewan Guru Besar UI menolak Statuta UI yang terbaru dan aksi ini adalah  puncak dari kemarahan mahasiswa dan dosen,” kata Ketua BEM UI, Leon Alvinda Putra di Kampus UI, Beji, Kota Depok, Selasa (12/10/2021).

Leon mengaku, sudah berbulan-bulan pihaknya melayangkan surat permohonan penjelasan terkait perubahan Statuta UI ini, namun tidak digubris oleh pihak rektorat.

“Sejak Juli, Agustus, September, kami sudah berusaha untuk melakukan langkah-langkah, sudah mengirimkan surat permohonan penjelasan dan lainnya tapi tidak digubris oleh Rektorat dan MWA (Majelis Wali Amanah),” bebernya.

Leon mengungkapkan, aksi pada hari ini adalah yang kali pertama, dan pihaknya akan terus menggelar aksi serupa kedepannya.

“Aksi ini adalah aksi  pertama, sampai nanti kemudian statuta dicabut, kita akan terus melakukan aksi-aksi baik itu di rektorat atau pun gedung gedung kementerian seperti Kemendikbud,” katanya.

Baca juga: Karangan Bunga Berjejer Sindir Rektor UI Usai Ketahuan Rangkap Jabatan: Buruk Muka Cermin Dibelah

“Ya hari ini kita berharap dari Rektor dan MWA, mau mendengarkan aspirasi mahasiswa dan dosen untuk mencabut Statuta UI yang terbaru, tidak ada kompromi lagi harus dicabut, dan pembahasan harus melibatkan empat organ,” timpalnya.

Dalam keterangan resmi BEM UI, rangkap jabatan ini melanggar Pasal 35 Peraturan Pemerintah (PP) No. 68 Tahun 2013 tentang Statuta UI yang berisi larangan bagi Rektor untuk merangkap sebagai pejabat pada badan usaha milik negara/daerah maupun swasta.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved