Breaking News:

Isyana Buka Suara Soal Alasan PSI Belum Kirim Surat PAW Viani Limardi ke DPRD DKI

Isyana mengungkapkan, saat ini surat PAW masih di proses secara internal

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONISIUS ARYA BIMA SUCI
Ketua Umum PSI Grace Natalie bersama sejumlah Caleg dan kadernya saat ditemui awak media di DPP PSI, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (17/4/2019). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Isyana Bagoes Oka, menjelaskan alasan mengapa surat Pergantian Antar Waktu (PAW) Viani Limardi belum dikirim oleh pihaknya kepada DPRD DKI Jakarta.

Isyana mengungkapkan, saat ini surat PAW masih di proses secara internal.

"Ditunggu ya, masih proses untuk seperti yang disampaikan sebelumnya. Saat ini, (surat) masih diproses di internal partai untuk tanda tangan, dan supaya proses administrasinya benar secara redaksional dan administratif," kata Isyana, Selasa (12/10/2021).

Isyana memastikan, tak ada permasalahan dalam proses pengiriman menyurat tersebut. 

Hanya saja, saat ini pihaknya masih menunggu tanda tangan dari para pimpinan partai.

"Tidak ada masalah, kita tinggal tunggu dari Ketua Umum dan Sekjen saja. (Calon PAW) nanti
tinggal dilihat aja dari KPUD. Tapi yang jelas, kalau untuk itu kita tunggu dan ikutin aturan, nanti kita lihat aja dari KPUD," pungkasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya Partai Solidaritas Indonesia (PSI) telah memecat Viani Limardi dari keanggotaan sejak 25 September 2021.

Baca juga: Reaksi PSI Dipuji KPK Gara-gara Pecat Viani Limardi

Diketahui, sebelumnya,  Viani dipecat lantaran dianggap tidak lagi patuh dan setia kepada partai.

"Kami mengambil keputusan memberhentikan Sis Viani dari keanggotaan partai. Langkah ini terpaksa kami lakukan dalam rangka menegakkan garis perjuangan partai,” ucap Isyana, Rabu (29/9/2021).

Walau demikian, Isyana tak menjelaskan secara detail alasan pemecatan Viani, termasuk tudingan penggelembungan dana reses yang kerap dilakukan mantan kadernya itu.

Ia hanya menekankan pentingnya memastikan nilai-nilai perjuangan PSI terus terawat dan dipraktikkan.

Mulai dari solidaritas, kesetaraan, dan antikorupsi yang wajib dijalankan secara konsisten oleh semua kader PSI.

“Menjadi anggota DPRD adalah tanggung jawab, bukan privilege yang tidak dapat dievaluasi. Selama ini kepada anggita legislatif kami tak pernah meminta hal-hal seperti pemotongan gaji dan uangnya disetor ke partai,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved