Breaking News:

Jangan Sampai Salah! Simak Cara Memilih Asuransi yang Tepat Agar Tidak Merasa Tertipu

Robby Cristy, CFP Head of Advisory Finansialku.com menjelaskan bahwa, sebenarnya tidak ada asuransi yang menipu.

freepik.com
Ilustrasi 

TRIBUNJAKARTA.COM - Berikut cara memilih asuransi yang tepat agar merasa tidak tertipu.

Robby Cristy, CFP Head of Advisory Finansialku.com menjelaskan bahwa, sebenarnya tidak ada asuransi yang menipu.

"Yang ada miss-informasi ataupun ketidakmengertian agen penjual/ nasabah atas produk asuransi yang dibeli. Sehingga apa yang dipikirkan tidak sesuai dengan fakta," terang Robby pada TribunJakarta, Rabu (13/10).

Menurut Robby, semua perusahaan asuransi pasti akan membayar claim sesuai ketentuan polis didalamnya.

"Untuk itu kita sebagai nasabah juga harus paham apa yang kita perlukan dan apakah produk asuransi tersebut memenuhi kebutuhan kita dan sesuai dengan anggaran (budget) yang kita miliki. Dengan hal ini tentu bisa mengurangi keluhan yang merasa rugi beli asuransi," jelas Robby.

Robby menuturkan, dalam asuransi, kita mengenal istilah premi. Premi adalah kewajiban dari
tertanggung atas keikutsertaannya di asuransi.

Besarnya premi atas keikutsertaan di asuransi yang harus dibayarkan telah ditetapkan oleh perusahaan asuransi dengan memperhatikan keadaan-keadaan dari tertanggung.

Robby menilai, tentu jumlah premi mempengaruhi resiko yang ditanggung.

Baca juga: LPDP Buka Beasiswa Santri dan Kader Ulama 2021, Catat Syarat dan Cara Daftarnya

Namun ada faktor lain juga selain premi yang dibayar seperti jenis kelamin, jenis pekerjaan,
usia , riwayat medis yg udah dimiliki akan mempengaruhi besar premi dan besaran
uang proteksinya.

Untuk kasus nasabah yang kecewa dan merasa tertipu dengan asuransi kesehatan.

Dalam kasus yang terjadi di social media, rata-rata ada masa tunggu 12 bulan untuk penyakit-penyakit tertentu seperti jantung, kanker, stroke dan lainnya.

Selain itu umumnya 30 hari sejak polis terbit kecuali kecelakaan.

Baca juga: Kata-kata Bijak Wanda Hamidah Usai Merasa Ditipu, Sempat Ngaku Diserang Agen Asuransi

Robby menjelaskan bahwa masalah ada yang tidak dicover bisa jadi plan kamar yang diambil melebihi batas limit asuransi yang dimiliki.

Sehingga ada menanggung pro rate dimana hanya sekian % dibayarkan asuransi dan selisihnya dibayar nasabah, atau bisa juga yg diambil adalah jenis asuransi kesehatan cashplan ,dimana itu
hanya memberikan santunan harian dan santunan operasi.

"Jadi tidak membayar full tagihan rumah sakit. Oleh sebab itu, dalam memilih asuransi, Anda perlu
menyesuaikannya dengan kebutuhan Anda," tegas Robby.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved