Terungkap, Peran 5 Muncikari Prostitusi Online di Apartemen Kalibata City

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Azis Andriansyah membeberkan peran muncikari prostitusi online di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.

Tribun Manado
Ilustrasi Prostitusi Online. Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Azis Andriansyah membeberkan peran para pelaku prostitusi online di Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Azis Andriansyah membeberkan peran para pelaku prostitusi online di Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan.

Dalam kasus ini, polisi menangkap 5 pria yang bertindak sebagai muncikari.

Kelimanya yaitu AL (19), FH (18), AM (36), CD (25), dan DA (19).

Dua remaja perempuan di bawah umur yang menjadi korban prostitusi online ini yaitu ZR (16) dan RCL (16).

Sementara itu, dua Gadis ABG yang menjadi korban yaitu ZR (16) dan RCL (16).

Baca juga: 2 Gadis ABG Jadi Korban Prostitusi Online di Apartemen Kalibata City, 5 Muncikari Ditangkap

"Korban masih di bawah umur, dilakukan oleh 5 orang pelaku," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Azis Andriansyah saat merilis kasus ini, Rabu (13/10/2021).

Azis mengungkapkan, tersangka AM berperan menyediakan kamar sebagai tempat prostitusi.

"Ini (AM) yang menyewakan apartemen," kata Azis.

Polres Metro Jakarta Selatan menggelar jumpa pers pengungkapan kasus prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur di Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (13/10/2021).
Polres Metro Jakarta Selatan menggelar jumpa pers pengungkapan kasus prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur di Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (13/10/2021). (TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim)

Sementara itu, tersangka CD bertugas mengantar dan menjemput korban ke lokasi yang telah disepakati dengan pelanggan.

"Tiga tersangka lainnya sama, tugasnya menjajakan korban," ungkap Kapolres.

Azis menjelaskan, pengungkapan kasus prostitusi online ini bermula ketika polisi menerima laporan orang hilang.

Laporan itu dibuat oleh salah satu orangtua korban ke Polres Metro Depok, yang selanjutnya berkoordinasi dengan Polres Metro Jakarta Selatan.

Baca juga: Ini Peran Dua Muncikari Usia Belasan Tahun yang Jual Gadis Bau Kencur Jadi PSK di Tanjung Priok

"Akhirnya terdeteksi nih, si anak berada di salah satu apartemen di wilayah Jakarta Selatan. Kemudian dilakukan penyelidikan dan ternyata anak tersebut menjadi korban prostitusi online," ungkap Azis.

Ia menuturkan, korban dieksplotasi secara seksual maupun ekonomi oleh para pelaku.

"Di situ kita menemukan dia bersama beberapa laki-laki ini. Ternyata laki-laki ini bertindak sebagai muncikari," tutur Kapolres.

Baca juga: Polisi Gerebek Hotel Bekas Isolasi Covid-19 yang Dijadikan Tempat Esek-esek: 2 Muncikari Ditangkap

Kelima pelaku kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan mendekam di Rutan Polres Metro Jakarta Selatan.

Mereka dijerat Pasal 88 JO 76 (1) atau Pasal 83 JO 76 (f) atau Pasal 81 JO 76 (d) UU no 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang No 23 Tahun 2021 tentang Perlindungan Anak atau Pasal 2 Ayat (1) No 21 Tahun 2007 Tentang Perdagangan Anak.

Kelimanya terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved