Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Penumpang Kapal di Pulau Pramuka Kini Wajib Scan QR Code PeduliLindungi

Penerapan titik scan QR Code PeduliLindungi mulai dilakukan di dermaga masuk ke Kabupaten Kepulauan Seribu

Penumpang Kapal di Pulau Pramuka Kini Wajib Scan QR Code PeduliLindungi
Dok. Pemkab Kepulauan Seribu
Unit Penyelenggara Pelabuhan Daerah (UPPD) II Dinas Perhubungan DKI Jakarta memasang QR Code PeduliLindungi di beberapa pulau penduduk di Kepulauan Seribu

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KEPULAUAN SERIBU - Penerapan titik scan QR Code PeduliLindungi mulai dilakukan di dermaga masuk ke Kabupaten Kepulauan Seribu.

Terkini, sejumlah penumpang yang menaiki dan tiba di dermaga utama Pulau Pramuka, Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kepulauan Seribu, sudah diwajibkan melakukan scan QR Code PeduliLindungi.

Kepala Satpol PP Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Edi Syahrudi, mengatakan penerapan scan QR Code PeduluLindungi seiring dilakukannya pengawasan terhadap penumpang kapal ojek yang baru tiba di dermaga utama. 

"Setiap penumpang kapal yang tiba di dermaga utama diharuskan untuk memindai scan barcode sebagai bukti telah divaksin," kata Edi, Kamis (14/10/2021). 

Untuk hari ini, tercatat ada 33 penumpang kapal yang baru tiba di dermaga utama Pulau Pramuka

Menurut Edi, 24 di antaranya tercatat sebagai penumpang KM Makmur Expres.

"Sembilan orang lainnya merupakan penumpang KM Chabing Nusantara. Setelah dilakukan proses pemeriksaan, semua penumpang menunjukan bukti surat vaksin Covid-19," ucap Edi.

Baca juga: Curhat Bupati Pulau Seribu Ekonomi Warga Terganggu Akibat Belum Dapat CHSE untuk Buka Tempat Wisata

Edi menuturkan, para penumpang kapal ojek tersebut merupakan warga setempat yang memiliki KTP Kepulauan Seribu maupun aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di tempat tersebut. 

Penumpang masih dibatasi seputaran warga dan ASN saja lantaran saat ini Kabupaten Kepulauan Seribu masih ditutup dari aktivitas pariwisata.

"Untuk sementara wisatawan belum bisa datang berkunjung ke sejumlah pulau permukiman dan resort," tutup Edi.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved