4 Tahun Anies Pimpin DKI, Penduduk Miskin di Jakarta Capai 500 Ribu Orang Akibat Pandemi Covid-19

Empat tahun menjadi Gubernur DKI, pandemi covid-19 menjadi tantangan Anies. Imbas pandemi, angka penduduk miskin di Jakarta mengalami kenaikan.

Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Yogi Jakarta
ISTIMEWA
Empat tahun menjadi Gubernur DKI, pandemi covid-19 menjadi tantangan Anies. Imbas pandemi, angka penduduk miskin di Jakarta mengalami kenaikan. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Sosok Anies Baswedan telah menjadi Gubernur DKI Jakarta selama empat tahun dan akan memasuki tahun kelima.

Empat tahun menjadi Gubernur DKI, pandemi covid-19 menjadi tantangan Anies.

Anies Baswedan menjelaskan, jumlah penduduk miskin di Ibu Kota sebesar 496,84 ribu orang atau sekitar 4,69 persen dari keseluruhan populasi hingga akhir 2020.

Pencatatan itu mengalami kenaikan sekitar 1,27 persen dari tahun lalu.

Ketika itu, jumlah penduduk miskin di Ibu Kota tercatat sebesar 362,30 ribu orang atau sekitar 3,42 persen dari keseluruhan penduduk DKI Jakarta.

"Terjadinya pandemi Covid-19 menjadi faktor penyebab kenaikan jumlah penduduk miskin di Ibu Kota,” terang Anies saat membacakan pertanggungjawaban di hadapan DPRD DKI, Senin (19/4/2021).

Tetapi, menurut Anies, tingkat kemiskinan di Ibu Kota jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan persentase jumlah penduduk miskin nasional sebesar 27,55 juta orang atau sekitar 10,19 persen dari keseluruhan penduduk di Tanah Air.

Baca juga: 4 Tahun Anies Pimpin Ibu Kota, Jakarta Bakal Gelar Balap Formula E pada 4 Juni 2022

“Jumlah penduduk miskin di DKI Jakarta tersebut merupakan yang terendah jika dibandingkan dengan provinsi-provinsi lain di Indonesia,” jelas Anies.

Adapun Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah penduduk miskin di Indonesia per Maret 2021 berkisar 27,54 juta orang.

Angka tersebut meningkat dari periode Maret 2020 yang sebesar 26,42 juta orang.

"Secara jumlah, penduduk miskin Maret 2021 ini tercatat 27,54 juta orang, atau turun 0,01 juta orang dibanding September 2020. Tapi masih naik 1,12 juta orang dibanding Maret 2020 yang angkanya 9,78 persen," terang Kepala BPS Margo Yuwono, Kamis (15/7/2021).

Menurut catatan BPS, pandemi Covid-19 berkelanjutan jadi faktor utama yang berpengaruh pada tingkat kemiskinan. Wabah itu disebut berdampak pada perubahan perilaku serta aktivitas ekonomi penduduk sehingga mempengaruhi angka kemiskinan.

Baca juga: Duka Jelang Hari Bahagia, Jasad Kuli Panggul Ditemukan Peluk Hadiah Ulang Tahun Sang Buah Hati

DKI Jakarta dan Bali merupakan dua provinsi yang kegiatan ekonominya diklaim sangat terdampak pandemi Covid-19.

Tapi kedua provinsi tersebut masih tercatat memiliki rasio penduduk miskin terkecil di seantero Nusantara, meski secara persentase ada peningkatan.

Tangkapan layar dalam video yang diunggah di instagram Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Tangkapan layar dalam video yang diunggah di instagram Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (@aniesbaswedan)

Bali merupakan wilayah dengan persentase jumlah penduduk miskin terkecil per Maret 2021 sebesar 4,53 persen. Jumlah tersebut naik 0,07 persen dari periode September 2020 yang sebesar 4,45 persen.

Jika dihitung berdasarkan total populasi, jumlah penduduk miskin Bali ada sebanyak 201,97 ribu orang pada Maret 2021, naik dari sebelumnya 196,92 ribu orang pada September 2020.

Baca juga: 4 Tahun Jadi Gubernur DKI, Harta Anies Sempat Naik 2 Kali Lipat, Turun Ratusan Juta Setahun Terakhir

Sementara DKI Jakarta jadi provinsi dengan persentase penduduk miskin terkecil kedua, yakni sebesar 4,72 persen pada Maret 2021, meningkat 0,03 persen dari 4,69 persen per September 2020.

Berdasarkan total populasi, jumlah penduduk miskin di Jakarta melonjak dari sebelumnya 496,84 ribu orang pada September 2020 menjadi 501,92 ribu orang per Maret 2021.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved