Mobil Crane Terguling Timpa Rumah
Bocah SMP di Depok Selamat Setelah 5 Jam Terjepit Puing Reruntuhan 'Kuasa Allah Sungguh Besar'
"Alhamdulillah, kuasa Allah sungguh besar," Kabid Pengendalian dan Operasi Dinas Damkar Kota Depok, Welman Naipospos, pada Jumat (15/10/2021).
Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Kurniawati Hasjanah
TRIBUNJAKARTA.COM - "Alhamdulillah, kuasa Allah sungguh besar," Kabid Pengendalian dan Operasi Dinas Damkar Kota Depok, Welman Naipospos, pada Jumat (15/10/2021).
Kondisi tubuh bocah SMP berinisial YA (13) seusai dievakuasi dari puing mobil crane dan tiang beton yang ambruk membuat Petugas Pemadam Kebakaran Kota Depok takjub.
Welman Naipospos bahkan menyebut hal tersebut bisa terjadi karena kuasa Tuhan yang Maha Esa.
TONTON JUGA
Diberitakan sebelumnya YA terjepit saat rumahnya kejatuhan mobil crane terguling dan tiang beton hancur sekitar pukul 09.00 WIB, pada Jumat (15/10/2021).
Lima jam setelahnya, YA akhirnya bisa dievakuasi.
Setidaknya, ada tiga korban di rumah Jalan Mawar, Pancoran Mas, Depok, akibat mobil crane terguling dan tower beton ambruk kala itu.
Welman Naipospos lalu menjelaskan proses evakuasi YA dilakukan dengan sangat hati-hati.
Pihaknya dengan perlahan memotong puing tiang beton yang menimpa tubuh YA.
Baca juga: Dramatisnya Evakuasi Bocah SMP Korban Crane Ambruk, Tangan Masih Terimpit Sudah Bisa Komunikasi
"Kita memotongnya pelan-pelan takut rubuh, kami tidak akan membiarkan siapapun yang mencoba mengangkat beton."
"Kami menyelamatkan korban dulu baru mengangkat beton," timpalnya.
Setelah berhasil memotong tiang beton yang menimpa YA, tim Damkar lalu menarik keluar tubuh korban.
Meski terhimpit puing tiang beton hampir lima jam, YA hanya mengalami sejumlah luka lecet.
"Alhamdulillah kondisi korban selamat sehat. Hanya lecet saja, kuasa Allah sungguh besar," katanya.
Selama proses evakuasi, Welman mengatakan pihaknya tak henti terus menerus menyemangati korban.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/kondisi-bocah-yang-tertimpa-puing-tiang-beton-dan-mobil-crane-ambruk-di-kota-depok.jpg)