Breaking News:

Cerita Kriminal

Enam Pegawai Kantor Pinjol di Cengkareng Tersangka Nikmati Untung 12 Persen dari Utang Nasabah

Keenam tersangka itu ialah IK dan RRL bertugas sebagai desk collection (penagihan), JS dan HT sebagai leader, NS sebagai supervisor dan MSA

Dokumentasi Polres jakarta Pusat
Karyawan kantor pinjol di Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (13/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMAYORAN - Sebanyak enam orang ditetapkan menjadi tersangka terkait kasus penggerebekan tempat pinjaman online ilegal di Ruko kawasan Cengkareng, Jakarta Barat.

Keenam tersangka itu ialah IK dan RRL bertugas sebagai desk collection (penagihan), JS dan HT sebagai leader, NS sebagai supervisor dan MSA sebagai reporting.

Wakapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Setyo Koes Heriyatno mengatakan status keenam orang ini dinaikkan menjadi tersangka sejak tanggal 14 Oktober 2021.

"Karena keenam tersangka ini berkaitan dan saling mengetahui dan menikmati hasil penagihan sebanyak 12 persen," ujarnya saat rilis kasus tersebut pada Selasa (19/10/2021).

Baca juga: Salah Satu Bos Pinjol Ilegal di Cengkareng Diduga WNA, Polisi: Ada Bahasa Asing di WAG Pengurus

Diketahui, keenam tersangka ini getol melakukan penagihan utang untuk kepentingan pribadi.

Keenam pegawai perusahaan pinjol itu mengambil sebanyak 12 persen dari tiap penagihan utang kepada nasabah.

"Tiap penagihan dia dapatkan 12 persen dari penagihan tersebut. Kalau besarnya Rp 1 juta ya dia dapat 12 persen dari satu juta," tambahnya.

Baca juga: Siasat Debt Collector Pinjol di Kelapa Gading Teror Nasabah, Ancaman Foto Porno Menanti Korbannya

Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat, lanjutnya, juga memburu dua bos pemilik tempat pinjaman online ilegal itu.

Salah satu pelaku yang berinisial M diduga Warga Negara Asing (WNA).

"Kami tetap lakukan adalah pengejaran ke pemilik kantor saudara P dan saudari M. Saudari M dugaan kami sebagai WNA," ujarnya.

Baca juga: Pelaku Pelecehan Perempuan 28 Tahun di Cipayung Tertangkap, Ternyata Anak Muda 19 Tahun

Kasat Reskrim Jakarta Pusat, Kompol Wisnu Wardhana menambahkan pihaknya menduga salah satu bos dari WNA lantaran ditemukan bukti percakapan di grup pengurus pinjol.

"Ditemukan bukti percakapan di grup pengurus pinjol ini ada bahasa asing kemudian ada translator. Nah, makanya kami akan kembangkan ke depannya," tambahnya.

Polisi sempat menahan 56 orang dari penggerebekan itu. Enam orang di antaranya ditetapkan menjadi tersangka.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti di ruko itu yaitu 57 Central Processing Unit (CPU), 56 ponsel seluler, 2 unit hp dan satu perangkat CCTV.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved