Patungan Rp 10 Ribu, Warga Kampung Melayu Kini Punya Ambulans Sendiri
Kekompakan warga Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur dalam upaya penanganan medis dengan pengadaan ambulans patut dicontoh.
Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Septiana
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Kekompakan warga Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur dalam upaya penanganan medis dengan pengadaan ambulans patut dicontoh.
Secara swadaya, warga dari sembilan RW di Kelurahan Kampung Melayu urunan untuk membeli mobil jenis Daihatsu Grand Max untuk evakuasi bila warga yang sakit ke Rumah Sakit (RS).
Ketua Badan Pengelola Ambuluans Kelurahan Kampung Melayu, Syamsudin mengatakan pengadaan ambulans gratis untuk warga yang hari ini diresmikan dilatarbelakangi kasus Covid-19.
Pada bulan Juni-Juli 2021 banyak warga Kampung Melayu terkonfirmasi Covid-19 sehingga harus dievakuasi ke RS rujukan, tapi keterbatasan armada ambulans pemerintah dan RS jadi kendala.
"Banyak orang yang masuk rumah sakit dan meninggal dunia, maka kita terinisiasi dan bekerja sama dengan Yayasan Bangun Anak Jakarta, berkolaborasi," kata Syamsudin di Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (20/10/2021).
Saat awal ide urunan muncul para pengusaha RT/RW berembuk, hasilnya muncul kesepakatan masing-masing warga menyumbangkan uang sebesar Rp 10 ribu rupiah.
Dalam waktu empat bulan terhitung Juni-September terkumpul uang sebesar Rp 170 juta yang digunakan untuk pengadaan ambulans.
Baca juga: Mesin Presensi Pegawai Minimarket di Kampung Melayu Terbakar
Ambulans ini pun tidak hanya untuk keperluan pasien Covid-19.
"Kita juga konsultasi kepada warga dan ternyata mereka sangat setuju. Hanya Rp 10 ribu sekali, cukup sekali (bayar). Per jiwa Rp 10 ribu," ujarnya.
Syamsudin menuturkan ambulans yang di bagian kabinnya tersedia tabung oksigen dan satu tandu bakal disiagakan di Kantor Kelurahan Kampung Melayu guna memudahkan mobilitas.
Untuk perawatan dan operasional rencananya setiap bulan masing-masing pengurus RT/RW bakal menyumbangkan Rp 20 ribu, sementara tenaga medis dan sopir akan melibatkan warga.
"Satu tenaga medis dan satu orang driver per RW. Kita akan adakan pelatihan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan. Ambulans diprioritas untuk warga Kampung Melayu dulu karena kita cuma punya satu," tuturnya.
Wakil Wali Kota Jakarta Timur Hendra Hidayat yang hadir dalam acara peresmian ambulans di SMPN 26 menuturkan pengadaan ambulans ini bentuk keguyuban warga Kampung Melayu.
Baca juga: Gubernur Anies Diminta Menggelar CFD di JLNT Tanah Abang - Kampung Melayu
Pihaknya berharap hal serupa dapat dilakukan warga Kelurahan lain, mengingat Jakarta Timur merupakan kota paling padat penduduk dan luas di wilayah Provinsi DKI Jakarta.
"Karena kita kalau mengharapkan atau mencari bantuan ambulans dari Pemerintah rasanya perlu waktu juga. Tapi kalau tersedia di RW ke Kelurahan itu insyaallah penanganan kepada warga yang membutuhkan bisa cepat," tutur Hendra.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ambulans-patungan-2.jpg)