5 tahun Setelah Digusur, Kini Warga Bisa Hidup Layak di Kampung Susun Akuarium

Setelah lima tahun menanti, warga Kampung Akuarium, Jakarta Utara kini bisa hidup lebih layak

TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Kampung Susun Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Setelah lima tahun menanti, warga Kampung Akuarium, Jakarta Utara kini bisa hidup lebih layak.

Setelah sempat digusur pada 2016 lalu, mereka kini bisa memulai hidup baru dengan menempati Kampung Susun Akuarium.

Pada 17 Agustus 2021 lalu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menunaikan janji kampanyenya untuk menghadiran kembali rumah yang sebelumnya tergusur.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), Sarjoko mengatakan, penataan dan pembangunan Kampung Susun Akuarium ini dilakukan dengan pendekatan Community Action Plan (CAP).

Pendekatan dengan metode CAP merupakan upaya kolaborasi antara warga dengan pemerintah, sehingga warga bisa mewujudkan harapan dan keinginan untuk menata kawasan permukiman sesuai kebutuhan.

Untuk itu, Kampung Susun Akuarium didesain sesuai keinginan warga.

“Saat ini Pemprov DKI Jakarta sedang mengedepankan hunian yang memiliki interaksi sosial yang tinggi antar penghuninya, serta mengakomodir keberagaman kebutuhan penghuninya, sehingga desain satu dengan yang lainnya pasti berbeda dan cukup signifikan,” ucapnya, Senin (18/10/2021).

Baca juga: 4 Tahun Pimpin DKI Jakarta, Aksi Anies Baswedan Bangun 3 Kampung Susun Buat Warga yang Digusur Ahok

Di atas lahan 10.575 meter persegi yang ada di pesisir Jakarta, kini sudah terbangun dua blok hunian vertikal dengan jumlah 107 unit rusun ditambah satu unit rusun khusus difabel.

Masing-masing unit bertipe 36, di dalamnya terdapat satu kamar, satu kamar mandi, dapur dan ruang keluarga.

Selain hunian utama, ada pula ruang pameran serta tiga unit kios usaha.

“Pembangunan rumah susun Kampung Akuarium tahap 1 sudah selesai dan rusun tersebut telah dihuni oleh 107 Kelapa Keluarga (KK),” ujarnya.

Menurut rencana, Kampung Susun Akuarium nantinya bakal memiliki 5 blok bangunan dengan total 241 unit hunian.

Pembangunan tahap 2 akan dilanjutkan dalam waktu yang belum ditentukan dan diharapkan segera berjalan.

Dalam sambutannya saat meresmikan Kampung Susun Akuarium, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap, pengelolaan Kampung Susun Akuarium tak hanya soal bangunannya saja.

Anies ingin lewat pengelolaan dari warga untuk warga, timbul rasa kekeluargaan yang semakin kuat.

"Saya secara khusus ingin menitipkan agar pengelolaan ini berjalan dengan baik. Dikelola bukan hanya fisiknya. Karena ini bukan hanya soal menjaga ketertiban saja," ucap Anies, Selasa (17/8/2021).

"Tunjukan bahwa ketika bangunan menjadi baru dan nyaman, justru ikatan kekeluargaan di kampung ini menjadi makin kuat," katanya.

Adapun peresmian tahap 1 Kampung Susun Akuarium dilakukan tepat setahun sejak peletakan batu pertama, 17 Agustus 2020 lalu.

Pembangunan Kampung Susun Akuarium dilaksanakan melalui dana kewajiban pengembang sesuai Peraturan Gubernur Nomor 112 Tahun 2019 tentang Tata Cara Pemenuhan Kewajiban Pembiayaan dan Pembangunan Rumah Susun Murah/Sederhana Melalui Konversi oleh Para Pemegang Izin Pemanfaatan Ruang.

Sebagai informasi, pengelolaan Kampung Susun Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, akan diserahkan kepada para warga yang sejak awal menghuni permukiman tersebut.

Lewat Koperasi Akuarium Bangkit Mandiri bentukan warga, pengelolaan segala hal yang berkaitan dengan hunian baru ini diharapkan berjalan baik.

Ketua Koperasi Akuarium Bangkit Mandiri Dharma Diani mengatakan, sebelum siap dihuni, ada kesepakatan dengan pemerintah bahwa Kampung Susun Akuarium dikelola oleh koperasi warga.

"Ini kita beda dengan rusun lainnya yang diserahkan kepada UPRS (Unit Pengelola Rumah Susun) atau pihak ketiga dari Pemda. Jadi ini lebih kepada dari warga untuk warga, karena koperasi adalah warga," kata Diani di lokasi, Selasa (17/8/2021).

Konsep paripurna terkait pengelolaan rusun oleh Koperasi Akuarium Bangkit Mandiri masih akan didiskusikan dalam beberapa hari ke depan.

Namun, sejauh ini gambaran pengelolaannya adalah, warga terlibat dalam segala hal yang berkaitan dengan operasional rusun.

"Memang itu sih yang diharapkan warga juga sebagai petugas kebersihannya, petugas keamanan, semuanya. Jadi kita dari warga untuk warga," ucap Diani.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved