Breaking News:

Cerita Kriminal

Dalam Setahun, Warga Pulogadung Ini Sampai 4 Kali Jadi Korban Pencurian Sepeda Motor

Pencurian kendaraan bermotor terjadi di Jalan Kayu Mas, Jakarta Timur pada Kamis (21/10/2021) dini hari

Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Bima Putra / Tribun Jakarta
Tampak rekaman CCTV pelaku pencurian kendaraan bermotor saat hendak menggondol motor Putra di Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (21/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Pencurian kendaraan bermotor alias curanmor terjadi di Jalan Kayu Mas, Gang Damai RT 11 RW 4, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur pada Kamis (21/10/2021) dini hari.

Korban atas nama Putra, mengatakan, sepeda motor jenis matic berpelat B 4235 TJN miliknya yang terparkir di halaman rumah digondol komplotan maling beranggotakan dua orang pria.

"Dalam satu tahun terakhir ini sudah yang keempat kalinya saya kehilangan motor di sini. Memang wilayah sini rawan," kata Putra di Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat (22/10/2021).

Berdasar rekaman CCTV, kedua pelaku yang berboncengan menaiki sepeda motor jenis matic awalnya berhenti tepat depan rumah Putra.

Satu pelaku turun lalu masuk ke halaman rumah lokasi motor terparkir.

Sementara satu pelaku lain menunggu di luar rumah Putra sembari mengawasi keadaan.

Hanya dalam hitungan detik pelaku yang menutupi wajah dengan masker dan kupluk itu berhasil membobol kunci kontak motor menggunakan kunci leter T.

Baca juga: Terungkap, Rachel Vennya Beberkan Kronologi Hingga Motif Kabur dari Karantina ke Polisi

Setelah mendapatkan kuda besi buruannya, kedua pelaku kabur.

"Kalau dilihat dari rekaman CCTV pelaku yang baru kejadian ini sama seperti kasus pencurian pertama dan kedua. Waktu kejadian kemarin motor saya kunci setang," ujarnya.

Putra menuturkan dari empat kasus pencurian disertai pemberatan yang dialami, hanya kasus paling anyar ini dilaporkan ke Polsek Pulogadung.

Bukti rekaman CCTV yang menyorot kejadian pun suda diserahkan saat dia membuat laporan, guna membantu proses penyelidikan.

"Semoga pelakunya bisa tertangkap. Tiga kasus sebelumnya saya enggak melapor karena merasa kurang kuat buktinya, kalau yang sekarang kan ada rekaman CCTV," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved