Sisi Lain Metropolitan
Kisah Seniman Pelukis Piring di Bekasi, Berjuang Sebagai Orangtua Tunggal Demi Nafkahi Buah Hati
Dian Okta Atalah (37), merupakan seniman pelukis piring di Kota Bekasi, ia biasa menjajakan hasil karyanya di media sosial hingga ke emperan jalan.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Septiana
Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI UTARA - Dian Okta Atalah (37), merupakan seniman pelukis piring di Kota Bekasi, ia biasa menjajakan hasil karyanya di media sosial hingga ke emperan jalan.
Dijumpai di kediamannya Kavling Al-Ikhlas, Jalan Rawa Bugel, Kelurahan Margamulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jumat (10/22/2021).
Ia tinggal mengontrak di rumah tipe tiga petak, di tempat ini sekaligus menjadi galeri hasil karya lukisnya menggunakan media piring.
Dian bercerita, melukis di medium piring dia tekuni sejak tiga tahun terakhir.
Awalnya, dia sempat kepikiran melukis di media helm.
Baca juga: Komplotan Maling Berjaket Ojol Gasak Mobil Pajero di Bekasi, Pemilik Diacungkan Senjata Tajam
"Awalnya saya lihat ada yang melukis di helm, tetapi saya pikir peminatnya kurang karena warna helm itukan beragam," kata Dian dijumpai di kediamannya.
Ia kemudian mencari sesuatu yang unik dan bisa dijadikan media untuk melukis, sampai didapat sebuah piring berbahan melamin.

Piring berbahan melamin ini ia coba jadikan medaa untuk melukis, hasilnya ternyata cukup bagus dan menarik untuk dijadikan panjangan.
"Pas lagi di dapur saya lihat piring, saya coba lukis terus hasilnya saya posting ke Facebook."
"Ternyata banyak yang suka, akhirnya ada yang pesan sampai sekarang," ucap Dian.
Sambil terus bercerita, tangannya mengeroreskan pensil di permukaan piring yang sedang ia gambar.
Bermodalkan lampu belajar sederhana, meja kecil dan satu set pensil warna, ruang depan rumah kontrakannya dijadikan tempat dia menghasilkan karya lukis.
Baca juga: Dibuntuti Sejak di Tol Serpong-Cinere, Tiga Pengedar 32 Kilogram Ganja Ditangkap di Bekasi
Kemahirannya menggambar didapat secara otodidak, ia mengaku tidak pernah mengenyam pendidikan seni atau semacamnya.
Menggambar menggunakan pensil sudah dia tekuni sejak kecil, hingga dewas, ia kerap melukis untuk sekedar menyalurkan hobi.