Breaking News:

Tuai Kontroversi, Pemprov DKI Surati KBRI Turki Minta Usulan Nama Jalan Ataturk Diubah Jadi Istanbul

Guna menyelesaikan polemik soal usulan penamaan jalan Mustafa Kemal Ataturk, Pemprov DKI telah bersurat ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI)

TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina
Wagub DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria di Balai Kota kala diwawancarai awak media, Selasa (12/10/2021) malam. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Guna menyelesaikan polemik soal usulan penamaan jalan Mustafa Kemal Ataturk, Pemprov DKI telah bersurat ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Turki.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menjelaskan, surat itu berisi penjelaskan bahwa pihaknya tak bisa begitu saja mengubah nama jalan di ibu kota.

"Kami menghargai, menghormati usulan nama yang disampaikan pemerintah Turki, namun demikian kami sampaikan bahwa ada aturan, ketentuan terkait penamaan jalan," ucapnya, Jumat (22/10/2021).

Aturan yang dimaksud Ariza ialah Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 28 tahun 1999 tentang pedoman penetapan nama jalan, tanah, dan bangunan umum di DKI Jakarta.

Mengacu pada aturan tersebut, pergantian nama jalan memang dimungkinkan bila ada usulan dari perseorangan, kelompok organisasi, maupun inisiatif pemerintah daerah.

Selanjutnya, usulan tersebut akan terlebih dulu dikaji oleh Badan Pertimbangan Pemberian Nama Jalan, Taman, dan Bangunan.

Ada beberapa kriteria penilaian, yaitu kepahlawanan atau jasa-jasa orang yang diusulkan, nilai ketokohan, sifat nama promosi yang dipilih, mudah dikenal masyarakat, tidak bertentangan dengan nilai kesopanan dan ketertiban umum, serta mendapat izin dari ahli waris.

Baca juga: Polemik Pergantian Nama Jalan Ataturk, Ketua DPRD DKI Tagih Anies Soal Jalan Ali Sadikin

Untuk itu, Ariza bilang, usulan tersebut akan terlebih dulu dibahas dan Pemprov DKI juga akan meminta masukkan dan pendapat dari masyarakat.

"Di aturannya diatur di situ supaya ada proses diskusi, dengar pendapat dengan masyarakat kalau dirasa nama jalan yang diusulkan menimbulkan kontroversi," ujarnya di Balai Kota.

Melalui surat yang dikirimkan ke KBRI Turki itu, Pemprov DKI meminta pemerintah Turki mengusulkan nama alternatif bila usulan nama Ataturk ditolak masyarakat.

Ariza Pun berharap, pemerintah Turki bisa mengubah nama Ataturk menjadi nama kota atau kawasan yang terkenal di Turki.

"Mudah-mudahan nanti pemerintah Turki bisa menyampaikan alternatif pilihan. Tentu harapan kami bukan nama orang, tapi nama kota, bisa Istanbul atau Ankara," kata Ariza.

"Seperti nama Jalan Casablanca, dulu (kerja sama) dengan pemerintah Maroko. Jadi bukan nama tokoh, tapi nama kota," sambungnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved