Bawang Putih

Bikin Subur Tanaman! Simak Cara Mengolah Kulit Bawang Putih Menjadi Pupuk

Berikut ini cara mengolah kulit bawang putih jadi pupuk tanaman, ikuti langkah-langkahnya!

Editor: Muji Lestari
KONTAN
Bawang Putih 

TRIBUNJAKARTA.COM - Berikut cara mengolah kulit bawang putih jadi pupuk tanaman, ikuti langkah-langkahnya!

Kulit bawang putih adalah salah satu limbah dapur yang paling umum ditemukan.

Bagaimana tidak, bawang putih merupakan salah satu bumbu dapur esensial.

Namun, Anda jangan buru-buru membuang kulit bawang putih ke tempat sampah.

Anda bisa mengumpulkannya dan menjadikan kulit bawang putih sebagai pupuk organik tanaman.

Dikutip dari Garden Is Life, Senin (26/4/2021), kulit bawang putih merupakan pupuk yang baik untuk tanaman.

Bawang putih kaya akan kalium, kalsium, dan fosfor.

Sebanyak 3 siung bawang putih atau sekitar 9 gram mengandung 36,09 mg kalium, 16,29 mg kalsium, 2,25 mg magnesium, dan 13,77 mg fosfor.

Baca juga: Rutin Minum Teh Bawang Putih Bisa Menurunkan Berat Badan, Simak Cara Membuatnya

Kalium (K) dan fosfor (P) adalah 2 dari 3 mikronutrien dasar yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh subur.

Adapun zat mikronutrien lainnya adalah nitrogen.

Kalium dibutuhkan tanaman untuk menghasilkan lebih banyak bunga dan buah.

Ini membantu tanaman mencapai kematangan dengan memainkan peran besar dalam penyerapan air dan nutrisi dari tanah.

Fosfor bertanggung jawab untuk perkembangan akar, sedangkan kalsium membuat tanaman kokoh.

Berikut ini beberapa cara mengolah kulit bawang putih jadi pupuk tanaman.

Baca juga: 9 Bahan Alami Buat Obat Kolesterol Mudah Diramu di Rumah: Ada Bawang Putih Hingga Minyak Kelapa

1. Mengubur kulit bawang putih di tanah

Seperti semua bahan organik, kulit bawang putih dapat dengan mudah dikubur dan diubah menjadi kompos.

Proses ini melibatkan mikroorganisme baik di dalam tanah yang mengurai bahan organik.

Saat mikroba memecah kulit bawang putih, ia menarik potasium ke dalam tanah yang kemudian akan diserap oleh tanaman.

Bawang Putih
Bawang Putih (KONTAN)

Namun, satu sisi negatifnya adalah waktu yang dibutuhkan kulit bawang putih untuk terurai.

Ini kadang-kadang disebut sebagai jenis pupuk slow release.

Proses ini bisa memakan waktu beberapa minggu atau bulan sebelum kulit bawang putih mulai melepaskan nutrisi berharga mereka.

Menggali tanah juga menimbulkan masalah. Anda bisa menghancurkan akarnya saat menggali, oleh sebab itu, hati-hati saat menggali lubang di tanah.

2. Membuat teh kompos dari kulit bawang putih

Cara yang lebih aman untuk menggunakan kulit bawang putih sebagai pupuk adalah dengan membuatnya menjadi teh kompos.

Caranya tentu adalah merendam kulit bawang putih dalam air.

Namun, untuk mendapatkan manfaat maksimal dari kulit bawang putih, Anda mungkin perlu mendiamkannya lebih lama.

Berikut langkah-langkah pembuatan teh kompos dari kulit bawang putih.

Baca juga: Obat Kolesterol Mahal? Coba Rutin Minum Rendaman Kulit Bawang Putih Pakai Air Hangat

- Tempatkan kulit bawang putih dalam wadah kaca atau plastik.

- Tambahkan air. Untuk setiap 1 liter air, gunakan 2 umbi kulit bawang putih.

- Aduk rata.

- Biarkan selama 24 jam.

- Simpan di tempat kering yang sejuk, jauh dari sinar matahari.

Setelah 24 jam, air menjadi berwarna kecokelatan. Beberapa gelembung mungkin muncul, namun ini normal.

Untuk menggunakan teh kompos ini, singkirkan semua partikel padat dengan menyaring.

Anda bisa menggunakannya langsung untuk menyiram tanaman atau Anda bisa menggunakannya untuk menyemprot langsung ke daun dan bunga.

Pupuk ini dapat digunakan selama masa pembibitan, vegetatif, dan berbunga, serta tahap berbuah tanaman.

Saat tanaman dalam tahap berbunga, Anda harus menghindari penyemprotan teh kompos kulit bawang putih langsung ke bunga.

Serangga cenderung menghindari bau bawang putih, bahkan yang harum sekalipun, jadi jangan aplikasikan pada bunga karena dapat mengganggu penyerbukan dan bunga tidak akan berkembang menjadi buah.

Aplikasikan teh kompos kulit bawang putih seminggu sekali.

Baca juga: Jangan Langsung Dibuang! Ini Manfaat Air Rendaman Kulit Bawang Putih untuk Kesehatan

Teh kompos kulit bawang putih sebagai pupuk daun

Cara terbaik untuk mengaplikasikan teh kulit bawang putih ke tanaman Anda adalah dengan menggunakannya sebagai pupuk daun.

Pemberian makan daun adalah ketika pupuk diterapkan langsung ke daun tanaman, biasanya melalui penyemprotan.

Dengan memberi makan daun, nutrisi diserap langsung melalui daun tanaman.

Daun menyerap nutrisi melalui stomata. Cara terbaik adalah menyemprotkan pupuk di pagi atau sore hari.

Ini adalah saat stomata tanaman terbuka.

Untuk menggunakannya sebagai semprotan, Anda hanya perlu menyaring partikel padat sebelum memasukkan cairan ke dalam wadah semprot.

Efek Samping Bawang Putih

Berikut beberapa efek samping bawang putih dirangkum TribunJakarta:

1. Resiko pendarahan

Dikutip dari Healthline, bawang putih memiliki sifat antitrombotik, yang berarti dapat mencegah pembentukan gumpalan darah.

Namun, pendarahan yang disebabkan oleh bawang putih jarang terjadi, sebuah laporan mencatat kasus pendarhan yang dialami seseorang setelah ia secara teratur makan 12 gram bawang putih atau setara dengan 4 siung per hari sebelum operasi.

Kasus lainnya yakni seseorang mengalami perubahan warna dan memar yang berlebihan setelah operasi.

Kemungkinan penyebabnya adalah suplemen makanan yang dikonsumsi orang tersebut, yang mengandung minyak ikan dan 10 mg konsentrat bawang putih.

Baca juga: Bawang Putih Bekhasiat untuk Obati Kutu Air Secara Alami, Simak Cara Meramunya

2. Nafas tak sedap

Bawang putih mengandung berbagai senyawa belerang, yang kerap dikaitkan dengan banyak manfaat kesehatan.

Tetapi, senyawa tersebut dapat menyebabkan bau mulut, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Efek ini terutama berlaku untuk bawang putih mentah.

Memasaknya dapat mengurangi senyawa belerang dan mencegah nafas tak sedap.

Baca juga: Bahannya Mudah Ditemukan di Dapur, Cek Cara Membuat Teh Bawang Putih untuk Turunkan Berat Badan

3. Sensasi panas di dada

Penyakit Refluks Gastroesofageal (GERD) adalah masalah yang umum pada orang dewasa, yang menciptakan banyak rasa sakit, mual dan panas pada dada.

Jika kamu menderita GERD dan sering mengalami panas pada dada, kamu harus berhati-hati dengan jumlah bawang putih yang kamu konsumsi.

4. Masalah pencernaan

Bawang putih juga mengandung fruktan yang tinggi, yakni sejenis karbohidrat yang dapat menyebabkan kembung dan sakit perut pada beberapa orang.

Faktanya, ketika orang-orang dengan intoleransi fruktan mengonsumsi makanan yang tinggi fruktan, kandungan tersebut sepenuhnya tidak diserap di usus kecil.

Sebaliknya, ia berjalan ke usus besar utuh dan difermentasi di usus. Proses inilah yang dapat menyebabkan masalah pencernaan.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved