Cerita Kriminal

Pria 40 Tahun Diduga Dianiaya hingga Tewas di RS Senen, Polisi Periksa 10 Saksi

Polisi sedang memeriksa 10 saksi atas dugaan penganiayaan korban bernama Iwan oleh sejumlah sekuriti di sebuah rumah sakit di Paseban, Senen, Jakpus

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Kapolsek Senen, Kompol Ari Susanto saat ditemui di kawasan Senen, Jakarta Pusat pada Selasa (26/10/2021). Polisi sedang memeriksa 10 saksi atas dugaan penganiayaan korban bernama Iwan oleh sejumlah sekuriti di sebuah rumah sakit di Paseban, Senen, Jakpus 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, SENEN - Kapolsek Senen, Kompol Ari Susanto mengatakan pihak kepolisian sedang memeriksa 10 saksi atas dugaan penganiayaan korban bernama Iwan oleh sejumlah sekuriti di sebuah rumah sakit di Paseban, Senen, Jakarta Pusat

"Ada sekitar 10 saksi. Mereka dibawa ke Polres Jakarta Pusat," katanya saat ditemui di kawasan Senen pada Selasa (26/10/2021).

Ari melanjutkan saksi yang dibawa ke polres antara lain sekuriti, karyawan dan warga di sekitar rumah sakit tersebut.  

Polres Jakarta Pusat, lanjutnya, yang akan menyelidiki kasus tersebut. 

Ari menerangkan berdasarkan pengakuan istri korban, Iwan pergi ke rumah sakit dalam keadaan sehat.

Ilustrasi Penganiayaan
Ilustrasi Penganiayaan (TribunKaltim)

Namun, istrinya diberitahukan oleh salah satu sekuriti tersebut agar segera ke rumah sakit

Ketika sampai di rumah sakit, istrinya melihat Iwan dalam keadaan luka-luka.

Baca juga: Datang Keadaan Sehat, Istri Iwan Kaget Lihat Suami Babak Belur di RS: Polisi Sebut Ada Penganiayaan

Pihak rumah sakit memberitahukan istri korban bahwa Iwan harus segera dioperasi.

"Sehingga istrinya kaget, karena pada saat pergi dalam keadaan sehat dan ditemukan dalam keadaan sudah meninggal," tambahnya. 

Ari melanjutkan korban mengalami luka di kaki dan kepala di bagian belakang.

Mengenai tewasnya korban, ia mengatakan Iwan diduga hendak melakukan pencurian di rumah sakit tersebut.

"Informasi dari salah satu sekuriti, diduga korban akan melakukan tindak pidana kriminal," tambahnya.

Ilustrasi pemukulan atau penganiayaan
Ilustrasi pemukulan atau penganiayaan (iStock)

Pihak Kepolisian didampingi pihak keluarga kemudian membawa jasad korban ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). 

"Kita bawa ke RSCM untuk diotopsi dan beberapa alat CCTV disita Pihak polres Jakarta Pusat," ungkapnya. 

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved