Jakarta Dikepung Banjir

Sebut Banjir Cipinang Melayu Cepat Surut, Wagub DKI: Karena Program Sumur Resapan

Pemprov DKI buka suara perihal banjir di RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Mobil light rescue Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur yang dikerahkan menyedot debit air dari permukiman warga RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu, Senin (1/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI buka suara perihal banjir di RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur.

Imbas luapan Kali Sunter, permukiman warga RW 04 Cipinang Melayu kembali terenadm banjir pada Senin (1/11/2021).

Terkait hal ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, justru berbicara tentang proses surut banjir yang menurutnya cepat berkat upaya yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

"Laporan yang di kampung rambutan juga ada. Alhamdulillah sudah 60 sentimeter, sudah surut cepat ya. Jadi Alhamdulillah dia (banjir) cepat surutnya karena program-program sumur resapan sudah mulai dirasakan, pengerukan, gerebek lumpur mulai dirasa," katanya kepada awak media yang dikutip TribunJakarta.com, Selasa (2/11/2021).

Politikus Gerindra ini memaparkan berbagai upaya turut dilakukan Pemprov sejak memasuki musim hujan, mulai dari apel kesiapsiagaan hingga memastikan setiap program berjalan lancar.

Pengerukan situ, waduk, embung, termasuk pembuatan sumur resapan terus digenjot guna mengurangi banjir Jakarta dan genangan pada musim penghujan.

"Berbagai regulasi telah disusun, dibuat, diputuskan dan disosialisasikan untuk dapat dilaksanakan. Kesiapsiagaan semua bidang juga sudah disiapkan, sudah juga ada bahkan simulasi juga dibuat, apel juga sudah, dipimpin Pak Gubernur," jelasnya.

Baca juga: Cipinang Melayu Kembali Banjir, Kadis SDA DKI Salahkan Hujan: Terlalu Besar

Banjir di RW 04 Cipinang Melayu

Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur mengerahkan mobil light rescue dalam penanganan banjir di RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar.

Kepala Seksi Operasional Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur, Gatot Sulaeman, mengatakan, pengerahan mobil tersebut guna menyedot debit air dari permukiman warga.

"Kita kerahkan enam unit mobil light rescue atau mobil sedot untuk menyedot debit air. Kapasitasnya menyedot air 2.000-2.5000 kubik per menit," kata Gatot di Makasar, Jakarta Timur, Senin (1/11/2021).

Enam unit mobil tersebut ditempatkan di permukiman warga RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu guna menyedot debit air lalu dibuang ke aliran Kali Malang yang berada dekat wilayah RW 04.

Baca juga: Misteri Nama Panglima TNI Baru Tunggu Jokowi Tiba di Tanah Air? Siapa Sosok Pengganti Marsekal Hadi

Tujuannya mempercepat surutnya air di permukiman warga RW 04 agar tidak makin tinggi, pasalnya hingga pukul 20.00 WIB tinggi muka air dekat aliran Kali Sunter tercatat sekitar satu meter.

"Kita juga kerahkan anggota untuk melakukan evakuasi. Tadi sudah enam orang, ada yang orangtua, ibu hamil, dan balita. Kita siagakan anggota dan perahu karet untuk membantu evakuasi warga," ujarnya.

Pantauan wartawan TribunJakarta.com, hingga pukul 21.07 WIB unit mobil sedot Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur masih melakukan penyedotan debit air.

Ketua RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu, Irwan Kurniadi menuturkan jumlah pengungsi warganya yang tercatat sekitar 100 orang yang terdiri dari 50 kepala keluarga (KK).

"Posko pengungsian di Universitas Borobudur sudah dibuka. Karena kalau mengungsi di tenda darurat kolong Tol Becakayu kan kasihan. Terkena angin malam, dingin. Kalau di Universitas Borobudur tidak," tutur Irwan.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved