Ditagih Normalisasi Kali Sunter, Wagub DKI Suruh Warga Urus Surat Tanah: Harus Sering Cek BPN
Normalisasi Kali Sunter diharapkan bisa memutus banjir Jakarta yang sudah seperti rutinitas di Cipinang Melayu itu.
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, menanggapi warga Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, yang mulai menagih normalisasi Kali Sunter.
Seperti diketahui, warga RW 4 Cipinang Melayu kembali mengalami banjir pada Senin (1/11/2021) lalu.
Normalisasi Kali Sunter diharapkan bisa memutus banjir Jakarta yang sudah seperti rutinitas di Cipinang Melayu itu.
Ariza hanya mengatakan bahwa proyek normalisasi masih berproses, utamanya terkait pembebaasan lahan.
"Terus berproses ya. Seperti yang kami sampaikan, kita melakukan kerja sama dengan Kementerian PUPR atau pemerintah pusat."
"Tugas kami, Pemprov melakukan pembebasan lahan dan tugas Kementerian PUPR itu tanggul sheet pile dan normalisasi tersebut," jelasnya dikutip TribunJakarta.com, Rabu (3/11/2021).
Politikus Gerindra ini memaparkan proses pembebasan lahan bukanlah pekerjaan yang mudah, apalagi di Ibu Kota.
Baca juga: Terbitkan Sergub, Anies Minta Perusahaan Beri Libur Hari Raya Deepavali Bagi Umat Hindu
Banyaknya lahan yang masih bersengketa, tumpang tindih hingga surat-surat yang duplikat menjadi alasan pekerjaan ini kian tak mudah.
"Jadi masalah lahan di Jakarta masih masalah yang cukup krusial, yang masih perlu diatasi bersama," kata Ariza.
Orang nomor dua di DKI itu menyuruh warga untuk mngurus surat tanahnya.
Menurutnya, jika kepemilikan tanah belum berupa sertifikat maka rawan diserobot.
Baca juga: Ditangkap di Tangsel, Munarman Disidang di PN Jakarta Timur Terkait Kasus Dugaan Terorisme
"Karena itu kami selalu mengingatkan kepada seluruh warga agar surat-surat tanah diurus betul. Klau masih girik langsung diurus, agar sampai menjadi sertifikat, dipastikan lahannya awasi dikuasi agar tidak diserobot atau diambil orang," jelasnya.
Bahkan, Ariza meminta warga untuk sering mengecek status kepemilikan tanahnya ke Badan PErtanahan Nasional (BPN).
"Dan sering harus cek ke BPN, jangan sampai kita di rumah merasa aman-aman saja sertifikat kita, tahu-tahu ada yang memalsukan," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/wagub-dki-ahmad-riza-patria-pada-acara-menwa-di-balai-kota-jakarta-selasa-2112021.jpg)