Cerita Kriminal

Bapak yang Aniaya Anak Kandung Hingga Babak Belur di Depok Diringkus Polisi

Bapak yang tega menganiaya anaknya sendiri hingga babak belur di Kota Depok, Jawa Barat, berhasil diringkus aparat.

Dwi Putra Kesuma / Tribun Jakarta
Korban bersama ibunya saat membuat laporan di Polres Metro Depok 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Bapak yang tega menganiaya anaknya sendiri hingga babak belur di Kota Depok, Jawa Barat, berhasil diringkus Satuan Reskrim Polres Metro Depok.

Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno, mengatakan, pelaku ditangkap pada Sabtu (6/11/2021) dua hari lalu, setelah ibu korban melaporkan perbuatannya.

"Sudah (ditangkap), hari Sabtu kemarin," ujar Yogen dikonfirmasi wartawan, Senin (8/11/2021). 

Lebih lanjut, Yogen mengatakan bahwa pelaku penganiayaan anak yang berisinial R (45) ini ditangkap di kediamannya.

Namun demikian, Yogen belum membeberkan lebih lanjut terkait motif pelaku nekat menganiaya anaknya sendiri.

Sebelumnya diberitakan, seorang bocah kelas tiga sekolah dasar berinisial KL di Kota Depok, babak belur setelah dianiaya oleh ayah kandungnya sendiri.

Tak terima atas penganiayaan yang dialami anaknya, ibu korban berinisial HE (45) pun melaporkan suaminya ke Polres Metro Depok siang hari ini.

Baca juga: Hujan Deras Beberapa Jam, Ada 22 Titik Banjir dan Longsor di Depok

Dijumpai wartawan usai membuat laporan di SPKT, HE mengatakan anaknya diantar pulang sudah dalam kondisi babak belur pada bagian wajah.

"Anak pulang diantar dalam kondisi kaya gini. Sama bapaknya (dianiaya)," kata HE di Polres Metro Depok, Pancoran Mas, Sabtu (6/11/2021) dua hari lalu.

HE mengatakan, suaminya nekat menganiaya anaknya sendiri dalam kondisi mabuk.

"Yang aniaya bapaknya, kandung. Dalam keadaan mabuk, setiap hari dia mabuk," ungkap HE.

Baca juga: Makamkan Iwan Diduga Korban Penganiayaan, Keluarga Ancam Sekuriti Saat Geruduk RS di Senen

Bahkan, HE mengatakan bahwa peristiwa penganiayaan ini bukan baru kali pertama terjadi.

"Sering (aniaya), pernah digebukin juga tapi enggak sampai babak belur gini, namanya mabuk," jelasnya.

Terakhir, HE berujar berdasarkan pengakuan anaknya, suaminya nekat membenturkan kepala korban ke tembok hingga menghantamnya menggunakan tangan kosong.

"Tangan kosong, dijedotin ke tembok, saya enggak tau kejadiannya, yang tau cuma dia babak belur," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved