Banjir Kepung Jakarta
Sudah 4 Hari Pelabuhan Muara Baru Terendam Banjir Rob, Begini Kondisinya
Banjir rob masih merendam kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman (PPSNZ) Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (8/11/2021).
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino
TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Banjir rob masih merendam kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman (PPSNZ) Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (8/11/2021).
Air pasang laut kembali menerjang kawasan pelabuhan siang hari ini, sehingga mengganggu aktivitas di pelabuhan tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi pukul 15.00 WIB, banjir rob mulai terlihat dari luar pintu masuk hingga ke bagian dalam pelabuhan.
Ahmad Yopie (37), warga yang sudah dua hari melayani jasa ojek gerobak, menyatakan bahwa banjir rob baru muncul mulai siang tadi.
Terhitung hingga kini, sudah empat hari banjir rob sudah menerjang kawasan pelabuhan tersebut.
Baca juga: Kali Ciliwung Meluap, 130 KK di Kelurahan Manggarai Terdampak Banjir
"Jadi kemarin sudah tiga hari, terus sama hari ini lagi. Di dalam masih tinggi, masih satu meteran," ucap Yopie.
Kondisi banjir rob yang tak kunjung surut membuat aktivitas di Pelabuhan Muara Baru terganggu.
Tak sedikit pekerja pelabuhan yang harus mendorong motor mereka beratus-ratus meter ke pintu keluar.
Baca juga: Diterjang Banjir Rob 50 Sentimeter, Aktivitas di Pelabuhan Sunda Kelapa Terganggu
Ada pula yang terpaksa menumpang truk barang untuk bisa menerobos banjir.
"Ya jadi serba susah mau masuk, mau keluar. Ini udah berhari-hari rob kayak gini," ujar Septi (29), salah seorang pekerja pelabuhan.
Menurut Septi, dirinya terpaksa menumpang truk barang karena kesulitan apabila harus berjalan menerjang banjir.
"Tadi numpang truk aja, capek juga kalo harus jalan keluar, jauh banget," tutur dia.
Berkah Jasa Ojek Gerobak
Banjir air pasang laut atau rob yang merendam kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman (PPSNZ) Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, membawa berkah bagi sebagian orang.
Di tengah lumpuhnya aktivitas pelabuhan akibat banjir tersebut, jasa ojek gerobak bermunculan.
Baca juga: PSI Sindir Anies: Baru Kali Ini Gubernur Bela-belain Utang Demi Balap Mobil Bukan Atasi Banjir
Pantauan TribunJakarta.com pada Minggu (7/11/2021) malam, sejumlah warga menyewakan gerobaknya untuk membantu mereka yang terjebak banjir rob.
Gerobak digunakan untuk mengangkut sepeda motor para pekerja maupun warga yang beraktivitas di PPSNZ Muara Baru supaya bisa menerjang banjir rob tersebut.
Ahmad Yopie (37), salah satu penyedia jasa ojek gerobak, mengatakan bahwa aktivitas di pelabuhan tersebut lumpuh karena ketinggian banjir rob sudah mencapai 1,5 meter.
Bahkan, tak sedikit warga yang terjebak di dalam kawasan pelabuhan.
"Ya aktivitas lumpuh, ada juga yang terjebak," ucap Yopie di lokasi, Minggu malam.
Yopie dan rekannya pun tergerak membantu warga yang kesulitan keluar dari kepungan banjir rob.
Alhasil, dengan gerobak yang dimilikinya, Yopie menyediakan jasa angkutan sepeda motor untuk keluar dari pelabuhan.
"Ini kan motor kesulitan melintas, jadi ya kita bantu aja. Harganya nggak dipatokin, yang penting bisa pada keluar," ucap Yopie.
Salah satu penyewa ojek gerobak, Budi (30) mengatakan, dirinya sangat terbantu dengan adanya jasa tersebut.
Setelah negosiasi, Budi yang baru pulang memancing harus merogoh kocek Rp 60 ribu untuk melewati banjir rob.
Dengan mengeluarkan biaya tersebut, Budi bisa menerjang banjir tanpa harus takut motornya rusak.
"Saya di dalam tadi mancing. Ya dengan adanya kayak gini (ojek gerobak), saya sangat terbantu sekali," ucap Budi.
"Itung-itung berbagi rejeki lah, saya bayar Rp 60 ribu dan saling menguntungkan," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/banjir-rob-masih-merendam-kawasan-pelabuhan-muara-baru-penjaringan.jpg)