Viral di Medsos

Bayar Seikhlasnya, Dokter di Depok Senang Pasien Pulang dengan Senyuman: Rezeki Tak Hanya Materi

Rinal Dhuhri (32) seorang dokter umum asal Depok ini viral setelah mengunggah video bayar seikhlasnya kepada para pasien yang hendak berobat di klinik

Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Yogi Jakarta
TikTok/ Dokter Rinal
Viral dokter di Depok tak pasang tarif bagi pasien yang hendak berobat di kliniknya. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Rinal Dhuhri (32) seorang dokter umum asal Depok ini viral setelah mengunggah video bayar seikhlasnya kepada para pasien yang hendak berobat di kliniknya.

Menurutnya, senyuman dari para pasien sepulang berobat merupakan kebahagiaan yang tak tertandingi.

Ditambah, menurut Doker Rinal, rezeki tak hanya soal materi saja.

Pria lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama, Aceh angkatan 2007 ini viral setelah kontennya di TikTok ditonton banyak orang.

Video tersebut diawali dengan Dokter Rinal yang memperkenalkan dirinya lalu mencantumkan klinik tempatnya bekerja di Jalan Jatimulya Nomor 30, RT 02/04, Cilodong, Kota Depok.

Baca juga: Kisah Dokter di Depok Persilakan Pasien Bayar Seikhlasnya, Pernah Dibayar Sayur dan Buah

Dalam video tersebut, Dokter Rinal mengatakan bahwa seluruh pasien yang datang berobat kepadanya, dipersilahkan membayar seikhlasnya saja.

Dokter Rinal mengaku tak menyangka, video yang ia unggah tersebut langsung viral di media sosial.

Namun begitu, unggahan tersebut sudah Dokter Rinal hapus lantaran sifatnya yang cukup pemalu.

Dokter Rinal Dhuhri saat dijumpai TribunJakarta, Rabu (17/11/2021).
Dokter Rinal Dhuhri saat dijumpai TribunJakarta, Rabu (17/11/2021). (TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma)

Soal berobat seikhlasnya, Dokter Rinal Dhuhri mengatakan bahwa niat itu sudah ada sejak awal ia menjadi dokter umum.

“Kalau soal pengobatan bayar seikhlasnya ini dari dulu sebenarnya saya niat, tapi baru kali ini terlaksana dan atas izin Allah,"

"Semoga ini bisa menjadi berkah, menjadi amal baik saya untuk seluruh orang dimanapun yang terjangkau ke tempat saya silahkan, Insya Allah saya tangani,” kata Dokter Rinal di ruang kerjanya, Rabu (17/11/2021).

Dokter Rinal mengaku tak ingin melihat masyarakat yang takut berobat karena terkendala biaya.

Lebih lanjut, Dokter Rinal hanya ingin berbuat baik kepada masyarakat, apalagi di tengah pandemi covid-19 ini.

“Sebenarnya niat saya cuma satu, saya ingin berbuat baik kepada semua orang supaya mereka tidak lagi takut memikirkan biaya ketika berobat,"

"Apalagi di masa pandemi ini kemungkinan besar banyak masyarakat yang ekonominya terdampak, ketika mereka sakit mereka takut untuk berobat karena terkendala biaya. Intinya saya ingin menjadi orang yang berbuat baik kepada orang lain," sambung Dokter Rinal.

Sedari awal, diceritakan Dokter Rinal, ia ingin menjadi dokter yang berkorban bagi masyarakat.

Baca juga: Persilakan Pasien Bayar Seikhlasnya, Dokter Rinal Tegaskan Tak Bedakan Pelayanan: Ingin Cari Berkah

“Sebetulnya saya dari awal menjadi dokter itu, memang saya mau jadi orang yang bukan dibayar. Kalau bisa saya berkorban untuk mereka. Dengan apa yang ada, yang saya terima, rezeki dari Allah, saya pergunakan untuk membantu mereka diluar sana yang kurang mampu untuk pengobatan,” ucapnya.

Dokter Rinal menyebut dirinya bukanlah pencetus pertama berobat bayar seikhlasnya ini.

Justru langkahnya ini diambil setelah Dokter Rinal terinspirasi dengan apa yang dilakukan para seniornya.

Ilustrasi dokter
Ilustrasi dokter (tribunnews.com)

“Kalau untuk pengobatan bayar seikhlasnya ini banyak senior-senior saya di luar sana yang sudah banyak melakukan itu, mungkin saya termotivasi juga dari mereka mereka itu,” kata Dokter Rinal.

Dokter Rinal merasakan kebahagiaan ketika melihat para pasien pulang dengan tersenyum setelah membayar seikhlasnya.

Untuk itu, Dokter Rinal tergugah dan bertekad membuka berobat dengan membayar seikhlasnya, yang telah ia lakukan sejak awal pekan ini.

“Saya melihat bagaimana mereka bahagia, keikhlasan mereka, bukan hanya materi yang dilihat,"

"Tapi kebahagiaan dari pasien itu sendiri ketika datang dia senyum dan pulang bahagia dengan berobat seikhlasnya, alhamdulillah sangat bahagia menurut saya,” sambungnya.

Pernah dibayar sayur dan buah

Sebelum membuka klinik, kurang lebih empat tahun lamanya Dokter Rinal Dhuhri membuka jasa home visit (kunjungan ke rumah).

Baca juga: Dokter Sebut Kemungkinan Operasi Jantung Bisa Diulang, Beresiko Tinggi Namun Penting Dilakukan

Sejumlah daerah di Kota Depok dan Bogor pun telah ia sambangi, sudah tak terhitung berapa pasien yang ia tangani dari sistem home visit ini.

“Saya melakukan home visit atau panggil ke rumah untuk pengobatan, biasanya itu paling banyak lansia. Karena kebanyakan pasien yang meminta saya datang ke rumah adalah lansia, karena mereka tidak mampu berjalan, atau mungkin tidak punya kendaraan, sehingga saya datang ke rumah beliau,” tutur Dokter Rinal.

Ada cerita menarik dari pengalaman Dokter Rinal saat melakukan home visit.

Hal itu ketika keluarga pasien yang diobatinya hanya mampu membayar dengan sayur mayur hingga buah-buahan.

Viral dokter di Depok tak pasang tarif bagi pasien yang hendak berobat di kliniknya.
Viral dokter di Depok tak pasang tarif bagi pasien yang hendak berobat di kliniknya. (TikTok/ Dokter Rinal)

“Jadi dari awal saya buka praktek di rumah dan di sini, itu saya tidak pernah mengambil jasa (tarif). Jadi dari awal memang seikhlasnya,"

"Mereka kasih alhamdulillah, gak kasih juga gak masalah. Soalnya saya tidak pernah mematok jasa saya,” imbuhnya.

“Nah dari pengalaman itu kadang mereka ada yang memberikan sayuran, terus buah-buahan kaya pisang setandan gitu. Itulah rezeki menurut saya,” timpalnya lagi.

Dokter Rinal selalu memegang teguh keyakinannya bahwa rezeki bukanlah materi (uang) semata.

“Karena rezeki menurut saya tidak hanya materi (uang), nah itu saya makan alhamdulillah sangat berharga bagi tubuh saya. Mudah-mudahan saya sehat terus dengan makanan yang mereka kasih dan doa dari mereka,” ungkapnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved