Persija Jakarta
Marko Simic Hampir Dilepas Persija, Bepe Ungkap Sosok Pemain Kelas Dunia yang Hampir Gabung Timnya
Persija Jakarta hampir melepas penyerang asing andalannya, Marko Simic demi mendatangkan pemain asing baru berposisi gelandang.
TRIBUNJAKARTA.COM - Persija Jakarta hampir melepas penyerang asing andalannya, Marko Simic demi mendatangkan pemain asing baru berposisi gelandang.
Kabar tersebut dibocorkan secara langsung oleh manajer Persija Jakarta, Bambang Pamungkas.
Pria yang akrab disapa Bepe itu menyebut sosok pemain asing yang hampir direkrut itu berposisi gelandang.
Sosok pemain berposisi gelandang yang ingin direkrut itu sudah pernah mencicipi tiga kali Piala Dunia.
Keinginan Persija Jakarta melakukan perubahan pemain asing akhirnya batal terlaksana karena berbagai pertimbangan yang dilakukan manajemen serta pelatih Angelo Alessio.
Rencana merekrut pemain asing tersebut merupakan opsi cadangan setelah Persija banyak kehilangan pemain inti.
Baca juga: Bambang Pamungkas: Persija Hampir Deal Datangkan Pemain Asing Spesial, Pernah Main di 3 Piala Dunia
Seperti diketahui, tim asal ibu kota ini ditinggal pergi sejumlah pemain bintangnya akibat ketiadaan kompetisi musim 2020 lalu.
Mereka yang keluar dari tim adalah Evan Dimas, Sandi Sute, Alfath Fathier, Heri Susanto, hingga Marc Klok.

Saat itu, Persija sempat mencoba mengincar 8 pemain yang tengah merumput di kompetisi Tanah Air.
Namun, delapan pemain incaran tersebut gagal didatangkan karena berbagai alasan.
Enam dari 8 pemain tidak dilepas oleh klub yang dinaungi, sedangkan 2 di antaranya memutuskan untuk bermain di negara lain.
Sebagai langkah antisipasi, Persija memilih melirik pemain asing.
Baca juga: Ditinggal Marc Klok ke Rival Persija, Bepe Terang-terangan Ingin Rekrut 8 Pemain, Ini Bocorannya
Opsi tersebut lebih memungkinkan mengingat stok pemain asing yang berkualitas masih sangat berlimpah.
"Persoalannya adalah slot pemain asing di Persija sudah penuh," tulis Bepe seperti dikutip dari persija.id.
"Namun demikian toh Persija tetap melakukan pembicaraan dengan beberapa pemain asing, salah satunya gelandang asal Asia yang pernah bermain di 3 Piala Dunia."
"Dan bahkan dapat saya katakan jika Persija sudah 90% sepakat mengenai harga, hanya tinggal detail-detail 'printilan' yang harus diselesaikan."
"Jika ini terealisasi, maka bisa hal tersebut akan menjadi berita besar di sepak bola Indonesia."

Sayangnya, rencana tersebut batal terjadi setelah manajemen meninjau ulang penampilan empat pemain asing mereka yang bermain di Piala Menpora.
Marko Simic awalnya menjadi kandidat terkuat yang bisa dicoret usai perfomanya kurang menjanjikan pada turnamen tersebut.
Akan tetapi, striker asal Kroasia itu akhirnya tetap dipertahankan karena berbagai pertimbangan.
"Jika kita menilik pada penampilan 4 pemain asing Persija di Piala Menpora, maka pemain yang katakanlah tidak atau belum tampil dalam performa terbaik adalah Marco Simic."
Baca juga: Di Hadapan Jakmania, Andritany Singgung Harga Diri dan Kebanggaan Soal Laga Persija Lawan Persib
"Namun apakah menjadi hal yang bijaksana jika kemudian mengganti seorang striker dengan gelandang? Jika itu pilihannya maka masalah baru akan muncul, Persija hanya akan bertumpu kepada Taufik Hidayat dan Fajar Firdaus di lini depan."
"Lagi pula kita tentu masih percaya jika Simic akan bangkit dan kembali mencetak gol demi gol bagi Persija."
Bagitu pula dengan Yann Motta dan Marco Motta yang tetap dipertahankan usai tampil cukup impresif di Piala Menpora.
"Atau kita bisa saja mengganti Yann Motta. Resikonya adalah kita akan kekurangan stok pemain belakang. Apalagi 2 dari 6 centre back kita sudah berusia di atas 35 tahun, sedang 2 yang lain masih berusia 18 tahun."
"Pilihan lain, kita bisa juga melepas Marco Motta. Namun dalam kondisi Ismed Sofyan masih cedera dan kita sudah terlanjur melepas Alfath Fathier, maka risikonya juga tidak kecil."
Sama halnya dengan Rohit Chand, melepas pemain terbaik Liga 1 2018 itu nampaknya bukan pertukaran yang tepat dengan calon pemain asing Persija.

"Tanpa mengurangi rasa hormat kepada siapa pun, dan dengan segala kontribusi dan kesetiaan yang sudah diberikan Rohit Chand kepada Persija, maka hal tersebut terlintas dalam benak pun tidak."
Ketum Jakmania sentil pemain Persija
Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno menyentil para pemain Persija Jakarta karena meraih hasil kurang maksimal di kompetisi Liga 1 2021.

Selama seri pertama dan dua Liga 1, Persija Jakarta harus rela tertahan di peringkat kesembilan klasemen.
Macan Kemayoran, julukan Persija, hanya berhasil meraih sebanyak tiga kali kemenangan, enam hasil imbang, dan dua kali kekalahan.
Perjalanan Persija Jakarta di Liga 1 2021 dinilai masih kurang maksimal karena tidak bisa bersaing dengan tim-tim lainnya di papan atas klasemen.
Diky Soemarno menilai para pemain harus bekerja lebih keras demi memberikan hasil bagus bagi Persija Jakarta.
“Terima kasih kalian sudah berjuang, terima kasih sudah mau bertahan di Persija. Kalian luar biasa itu pasti. Tapi memang hasilnya belum," kata Diky Soemarno dalam keterangan resmi yang diterima TribunJakarta, Rabu (17/11/2021).
Baca juga: Kental Aroma Betawi, Jersey Baru Persija Muda Terinspirasi Selendang Mayang dan Kerak Telor
Menurut Diky, jika para pemain ingin memberikan hasil bagus bagi Persija Jakarta, mereka dituntut melakukan sesuatu yang lebih dari biasanya.
Program latihan yang dijalani harus lebih keras untuk bisa mendapatkan hasil maksimal disetiap pertandingan yang dimainkan.

"Untuk mencapai hasil luar biasa kalian harus lebih dari luar biasa," ujar Diky.
Terlebih dalam waktu dekat Persija Jakarta akan menghadapi musuh bebuyutannya yakni Persib Bandung.
Pertandingan melawan Persib Bandung merupakan laga spesial dan selalu menarik untuk disaksikan.
Andritany Ardhiyasa dan kawan-kawan dituntut bisa mendapatkan kemenangan.
Baca juga: Catatan Pertemuan Persija Vs Persib Sejak Awal Liga Indonesia, Macan Kemayoran Lebih Superior
"Lawan Persib harus menang. Kenapa? ini masalah cinta, harga diri, dan kebanggaan. Kalian macan, bukan kucing,” tutur Diky.